Dukung Latihan Siswa Penerbal, Ini Keunggulan Helikopter Jet Ranger X

Jakarta, IDM – Skadron Udara 200 Wing Udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) menurunkan helikopter dan pesawat latih untuk mendukung praktik terbang malam bagi siswa pendidikan perwira penerbang (Dikpabang) XVIII, Sidoarjo, Selasa (22/10).
Komandan Skadron Udara 200 Wing Udara 2 Puspenerbal Letkol Laut (P) Erich Yuliontirta, mengungkapkan helikopter dan pesawat latih tersebut ialah Bell-505 Jet Ranger X dan Beechcraft G-36 Bonanza.
Erich menjelaskan Jet Ranger X dilengkapi dengan instrumen Garmin G-1000 yang sangat membantu dalam melatih penerbang muda.
Baca Juga: Berlayar ke Solomon, KRI Wahidin Latihan Peran Tempur di Samudra Pasifik
"Sistem Garmin G-1000 memberikan tampilan digital yang intuitif sehingga para calon penerbang dapat lebih cepat memahami kondisi penerbangan secara real-time dan mempersiapkan diri mengawaki pesawat yang lebih modern di skadron operasional," jelasnya, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Kamis (24/10).

Sementara itu, lanjut Erich, G-36 Bonanza juga memainkan peran signifikan dalam program pelatihan. Pesawat ini tak hanya dirancang untuk latihan, tetapi juga telah menunjukkan keandalannya dalam berbagai misi dan demonstrasi udara.
Baca Juga: OPM Tembak Warga di Puncak Jaya, Peluru Tembus Kepala Belakang
Adapun G-36 Bonanza terlibat dalam sejumlah aksi udara pada tahun ini, seperti di ajang Bali International Airshow 2024, HUT ke-79 TNI di Jakarta hingga Dayumg Perahu Naga Panglima Cup di Palembang.
"Bonanza memberikan pengalaman terbang yang stabil dan presisi bagi para penerbang muda kami sehingga mereka siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan," lanjutnya.
Sebelumnya, latihan terbang malam bagi siswa Dikpabang XVlll di Skadron 200 Wing Udara 2 Puspenerbal ini berlangsung hingga Rabu (23/10) malam. Para siswa penerbang tersebut menggunakan pengawak pesawat-pesawat latih TNI AL mulai dari pesawat Piper Archer DX, Beechcraft G-36 Bonanza, dan Bell-505 Jet Ranger X.
Baca Juga: Menhan Sjafrie dan Dubes Wang Bahas Peluang Baru dalam Hubungan Indonesia-Cina
Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, menyampaikan materi latihan terbang malam merupakan lanjutan untuk mengasah kemampuan dan keterampilan para rajawali muda yang ditempa di kawah candradhimuka Sekolah Penerbangan TNI AL (Senerbal) Juanda.
"Latihan yang dilaksanakan di area selatan dan utara ini, terbagi dalam 3 sorti di masing-masing pesawat sebagai bentuk pemantapan kemampuan dan keterampilan terbang pada malam hari," ujar Adam.
Dia mengatakan, perbedaan penerbangan malam dan siang hari bergantung pada tingkat pencahayaan, di mana pada malam sangat minim. Oleh karena itu, Adam menekankan pilot harus dituntut menguasai penerbangan malam sebagai bagian dari kesiapan tugas pada masa mendatang. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































