HANKAM

Duet Tempur Pasukan Marinir TNI AL dan AS Lumpuhkan Sasaran Raid

Pasukan Korps Marinir TNI AL dan AS
Pasukan Korps Marinir TNI AL dan AS melakukan serangan Raid terhadap kelompok musuh di Puslatpurmat 6 Antralina, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (6/12). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM - Prajurit Korps Marinir TNI AL dan Korps Marinir AS, Pasifik (Marine Corps Forces, Pacific) melaksanakan problem serangan Raid dalam latihan bersama Keris Marex-23 di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (6/12).

Dikutip dari Dispen Kormar, Kamis (7/12), latihan ini diskenariokan wilayah Jampang Tengah menjadi tempat berkumpulnya Gerakan Pengacau Keamanan (GPK), bernama Gerakan Jampang Merdeka (GJM).

Dalam simulasi tersebut, para anggota Gerakan Pengacau Keamanan sedang menggelar briefing di rumah salah satu partisan Gerakan Jampang Merdeka.

Baca Juga: Danjen Kopassus Bertemu Hassanal Bolkiah Pantau Latma Militer Indonesia-Brunei

Menyikapi kegiatan tersebut, dilakukan serangan Raid dengan tingkat kerahasiaan yang tinggi. Lalu, para prajurit Marinir kedua negara berhasil masuk ke dalam lokasi dan melumpuhkan beberapa partisan serta mengamankan dokumen penting.

Serangan Raid merupakan sebuah serbuan terhadap musuh pada malam hari yang memanfaatkan kelengahan lawan untuk melakukan serangan kejutan yang sangat cepat, tepat, dan rahasia.

Pasukan Korps Marinir TNI AL dan AS
Pasukan Korps Marinir TNI AL dan AS berhasil memasuki markas musuh, Gerakan Jampang Merdeka (GJM), Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (6/12). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Dansatgas Keris Marex-23 Letkol (Mar) Arief Bastian Chaniago, menyampaikan kegiatan ini bertujuan meningkatkan dan memelihara kemampuan tempur prajurit Korps Marinir secara perorangan sampai peleton.

"Latihan ini juga berfungsi untuk pertukaran ilmu tentang Raid versi Korps Marinir TNI AL dan AS," ujar Arief.

Baca Juga: Panglima TNI Datang ke Markas Denjaka, Ada Apa?

"Bila ditemukan perbedaan, kemudian didiskusikan bersama di lapangan dan hasilnya akan dipakai sebagai bahan acuan untuk latihan berikutnya," tambahnya.

Sebelumnya, sebanyak 150 prajurit Korps Marinir TNI AL dan 150 anggota pasukan Korps Marinir AS (US Marine Corps) mengikuti latihan bersama Keris Marex-23 yang akan berlangsung dari 23 November-10 Desember.

Pada tahun ini, Marinir Indonesia dan Amerika saling berlatih bersama untuk meningkatkan kemampuan pertahanan pesisir, menembak, senjata multikru, dan kemampuan sistem pertahanan udara gabungan tanpa awak. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.