Dubes Denmark Sambangi Prabowo di Kementerian Pertahanan, Apa yang Dibahas?

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menerima kunjungan Duta Besar Denmark untuk Indonesia Sten Frimodt Nielsen di Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Selasa (4/6).
Dalam pertemuan tersebut, keduanya mendiskusikan peningkatan kerja sama Indonesia-Denmark di bidang pertahanan. Prabowo berharap hubungan bilateral yang sudah dibangun agar semakin kuat.
Baca Juga: Panen Raya di Sukabumi Contoh Berhasilnya Kolaborasi Kementan RI dan TNI AD
“Saya berharap hubungan Indonesia dan Denmark terkait pertahanan semakin diperkuat di masa depan,” kata Menhan Prabowo.
Kerja sama pertahanan RI-Denmark telah diwadahi oleh Kementerian Luar Negeri kedua negara melalui Plan of Action (POA) 2017–2020 dengan hasil forum kerja sama bilateral (FKB) RI-Denmark ke-3 pada Oktober 2020 untuk penyusunan POA 2021–2024.
Baca Juga: Dislambair Koarmada III Latihan Penyelaman dengan Alat Bantu Pernapasan Permukaan
Salah satu bukti kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan Denmark yang sudah terjalin yaitu kerja sama antara PT PAL dan Terma A/S Denmark dalam penyediaan combat system kapal cepat rudal (KCR) 60 M dan Kapal Bantu Rumah Sakit pada tahun 2018. (nhn)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































