HANKAM

Dua Penerbang Skadron Udara 5 Raih Badge Camar Number

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini memimpin upacara penyematan Badge Camar Number kepada dua penerbang Skadron Udara 5. (Foto: Dok. Instagram @lanudsultanhasanuddin_).

Jakarta, IDM – Sebanyak dua penerbang Skadron Udara 5 meraih Badge Camar Number yang disematkan langsung oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto melalui upacara yang digelar di apron Skadron Udara 5, Jumat (23/5).

Dikutip dari Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin dalam Instagram @lanudsultanhasanuddin, Sabtu (24/5) disebutkan, nama kedua penerbang muda itu adalah Letda Pnb Rivaldo Marbun (Camar Number 80) dan Letda Pnb Bryan Luthfan (Camar Number 81).

Danlanud Sultan Hasanuddin mengatakan, penyematan badge tersebut bukan sekadar tanda bahwa kedua penerbang telah secara resmi menjadi bagian dari keluarga besar Skadron Udara 5.

Baca Juga: Tanggapan TNI AD Soal Temuan Komnas HAM Peristiwa Ledakan Munisi

“Penyematan Badge Camar Number menandai bahwa para penerbang telah menguasai aspek teknis penerbangan pesawat Boeing 737-200 dan membuktikan diri sebagai bagian dari komunitas penerbang yang profesional serta berintegritas tinggi,” ungkap Marsma TNI Arifaini.

Upacara penyematan Badge Camar Number
Upacara penyematan Badge Camar Number kepada dua penerbang Skadron Udara 5 yang dipimpin oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini. (Foto: Dok. Instagram @lanudsultanhasanuddin_).

“Badge ini juga menjadi simbol kehormatan, dedikasi, dan kesiapan seorang penerbang untuk mengemban tugas mulia menjaga kedaulatan wilayah udara nasional,” sambung dia.

Sebagai bagian dari keluarga besar Skadron Udara 5, Danlanud berharap kedua penerbang muda TNI Angkatan Udara (TNI AU) itu dapat terus meningkatkan kemampuan, kedisiplinan serta profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Baca Juga: TNI AD Akan Sebarkan Pencak Silat Militer ke Seluruh Prajurit

“Dengan semakin tingginya tuntutan tugas dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional, dibutuhkan para penerbang-penerbang yang andal dan profesional dalam mengawaki alutsista TNI AU. Dengan bertambahnya dua orang member Camar mengandung makna bertambahnya kekuatan penerbang skadron udara 5 dalam menghadapi tingginya dinamika tuntutan tugas,” ujar Danlanud.

Skadron Udara 5 merupakan salah satu unsur pelaksana operasional Lanud Sultan Hasanuddin dan bagian integral dari kekuatan udara yang dimiliki TNI AU, di mana perannya sangatlah penting dalam rangka pelaksanaan operasi udara. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.