Dua Pekan Latihan Bersama, Korps Marinir TNI AL dan AS Resmi Tutup Keris Marex-23

Jakarta, IDM - Latihan bersama antara Korps Marinir TNI AL dan Pasukan Korps Marinir AS, Pasifik (US Marforpac) bertajuk Keris Marex-23 resmi ditutup di Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta, Senin (11/12).
Penutupan latihan bersama pasukan Marinir Indonesia-AS itu dipimpin oleh Asisten Operasi (Asops) Danpasmar 1 Kolonel (Mar) Dwi Ariyanto Wibowo, didampingi of Commandant of 11th MEU/I MEF-MARFORPAC Colonel Thomas M Siverts.
Dalam amanatnya, Dwi menyampaikan latihan bersama Keris Marex-23 berguna untuk bertukar keahlian, kemampuan, dan keterampilan dalam upaya peningkatan profesionalisme, yaitu peningkatan hubungan antara Korps Marinir Indonesia dengan AS (USMC).
Baca Juga: Prabowo Serahkan 5 Pesawat NC-212i Baru Buatan Anak Bangsa ke TNI AU
Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dansatgas Latma Keris Marex-23 Letkol (Mar) Arief Bastian Sanusi Chaniago serta kepada seluruh personel dan penyelenggara.

"Selama kurang lebih selama 18 hari telah menjalankan kegiatan ini dengan sangat baik dan profesional," ujar Arief, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (12/12).
Ia juga berpesan kepada personel Korps Marinir TNI AL, agar ilmu dan teori tentang taktik bertempur yang didapat dari USMC menjadi pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga.
Baca Juga: Panglima TNI dan KSAL Lepas KRI Diponegoro-365 dan 120 Prajurit TNI AL ke Lebanon
"Sehingga dapat diaplikasikan dan dipertajam kembali di satuan guna mendukung tugas pokok Korps Marinir," pesan Dwi.
Sebelumnya, sebanyak 150 prajurit Korps Marinir TNI AL dan 150 anggota pasukan Korps Marinir AS (US Marine Corps) mengikuti latihan bersama Keris Marex-23 yang berlangsung selama kurang lebih dua pekan, yakni 23 November-10 Desember.
Pada tahun ini, Korps Marinir TNI AL dan AS saling berlatih bersama untuk meningkatkan kemampuan pertahanan pesisir, menembak, senjata multikru, dan kemampuan sistem pertahanan udara gabungan tanpa awak. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































