HANKAM

Dokter TNI AL Raih Juara Pertama Karya Tulis Ilmiah, Ungguli Malaysia dan Thailand

Lettu Laut (K) dr. Wilson Bastian
Lettu Laut (K) dr. Wilson Bastian dari Dinas Kesehatan TNI AL meraih juara pertama dalam lomba karya tulis ilmiah negara-negara ASEAN Jakarta, Rabu (2/7). (Foto: Dok. Diskesal)

Jakarta, IDM – Seorang dokter TNI AL, yakni Lettu Laut (K) dr. Wilson Bastian menorehkan prestasi di kancah negara Asia Tenggara. Ia meraih juara pertama dalam ajang ilmiah bergengsi tingkat regional, 'The 12th ASEAN Chiefs of Military Medicine Conference–Young ASEAN Military Medicine Officer Scientific Program 2025.'

Kompetisi yang berlangsung di Jakarta, selama 30 Juni-2 Juli ini mempertemukan 10 negara anggota ASEAN yaitu Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Sementara Timor Leste tampil sebagai peninjau.

Baca Juga: Jajaran Kosek I Medan Rampungkan Latihan Hanud Cakra C-25

Kepala Dinas Kesehatan Angkatan Laut (Kadiskesal) Laksamana Pertama dr. Sujoko Purnomo, mengatakan dr. Wilson menuliskan penelitian berjudul "Climate and Military Migration-Based AI Prediction of Malaria Cases in a Rural Inpatient Clinic (2018-2024 Data Analysis)".

Lettu Laut (K) dr. Wilson Bastian
(Foto: Dok. Diskesal)

"Penelitian tersebut mengangkat pendekatan kecerdasan buatan (AI) untuk prediksi kasus malaria berdasarkan data iklim dan pergerakan militer," kata dr. Sujoko, dikutip dari keterangan Diskesal, Sabtu (5/7).

Berdasarkan penjurian terhadap orisinalitas penelitian para peserta, dr. Wilson berhasil membawa Indonesia di peringkat pertama, diikuti oleh Malaysia posisi kedua, dan Thailand ketiga. Sedangkan Brunei Darussalam sebagai juara favorit.

Baca Juga: Kapal Induk Inggris Melintasi ALKI I, KRI Halasan-630 Lakukan Pengawasan

Penghargaan turut diserahkan langsung oleh Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen dr. Sugiarto dan disaksikan ketiga Kepala Pusat Kesehatan dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU serta delegasi perwira tinggi dari masing-masing negara di ASEAN.

"Keberhasilan ini tidak hanya membanggakan Diskesal, tetapi juga menjadi simbol kontribusi aktif Indonesia, khususnya TNI AL dalam pengembangan ilmu kedokteran militer kawasan Asia Tenggara," ujar dr. Sujoko. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.