Divif 2 Kostrad Resmikan Tempat Wisata "Kampoeng Tentara" di Malang

Jakarta, IDM - Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Marga Taufiq resmikan tempat wisata militer “Kampoeng Tentara”, yang berada di depan Madivif 2 Kostrad, Singosari Malang.
Baca Juga: Pratu Wanggai Selamatkan Penumpang yang Loncat dari KM Ciremai
Kampoeng Tentara merupakan salah satu tempat wisata yang didirikan oleh Divif 2 Kostrad atas prakarsa Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Marga Taufiq dengan fasilitas diantaranya tempat kuliner, fitnes center, kolam renang, car wash, kolam pancing, arena pinball/softgun, tempat wisata satwa dan buah.

"Semua itu dapat digunakan oleh para prajurit dan masyarakat untuk kepentingan pembinaan olahraga, hobby, dan bahkan dapat digunakan untuk rekreasi keluarga," kata Bobby dalam keterangan resminya, Selasa, (3/4).
Baca Juga: Puluhan Pati TNI AU Dirotasi dan Dimutasi, Dansesko TNI hingga Kadispenau
"Hanya dalam empat bulan, lahan kosong seluas 5,2 hektar yang berada di lingkungan Divisi Infanteri 2 Kostrad, berubah menjadi Kampoeng Tentara. Tempat Wisata ini bernuansakan militer dan dapat dikunjungi oleh seluruh masyarakat khususnya masyarakat Malang Raya," tutup Bobby. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































