Ditunjuk MTF Commander, KRI Sultan Iskandar Muda-367 Pimpin Latihan EXERPICARD 6.0

Jakarta, IDM - Dalam penugasan terakhirnya, KRI Sultan Iskandar Muda-367 mendapatkan kehormatan dari pejabat Maritime Task Force (MTF) UNIFIL Rear Admiral Andreas Markus Mugge, dalam rangkaian latihan Periodic Capability and Readiness Days Exercise (EXERPICARD) 6.0 di Laut Mediterania, Lebanon, Senin (1/8).
KRI Sultan Iskandar Muda-367 ditunjuk untuk memimpin seluruh kapal dari negara lain dalam seluruh rangkaian kegiatan latihan. Kegiatan diawali dengan peninjauan langsung pelaksanaan tugas kapal-kapal di daerah operasi UNIFIL bagian laut atau Area of Maritime Operation (AMO) oleh MTF Commander menggunakan helikopter sekaligus melaksanakan flyby ke setiap kapal untuk melihat latihan bersama EXERPICARD 6.0.
MTF Commander mendarat di geladak heli KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan disambut “Guard of Honor” prajurit serta diterima oleh Komandan KRI Sultan Iskandar Muda-367 sekaligus Dansatgas Letkol Laut (P) Abdul Haris, setelah pelaksanaan inspeksi.

Di sela waktu latihan, Andreas mengatakan kepada Abdul, dirinya sangat bangga dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit yang telah berhasil melaksanakan tugas pokok MTF serta menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan profesionalitas dalam kancah Internasional selama setahun empat bulan ini.
“Terbukti sampai saat ini hingga menjelang kembali ke Indonesia, KRI Sultan Iskandar Muda-367 selalu dapat melaksanakan seluruh tugas yang diberikan MTF UNIFIL dengan sangat baik dan tuntas,” kata Andreas, dikutip dari keterangan resmi Dispen Koarmada II.

Sementara itu, Abdul mengungkapkan, pencapaian yang selama ini dicapai oleh KRI Sultan Iskandar Muda-367, yakni tak hanya latihan, namun juga dipercaya dan diberikan kehormatan dari pemimpin MTF UNIFIL. Hal ini karena dedikasi tinggi, semangat, dan profesionalisme seluruh prajurit sebagai duta diplomasi bangsa dan duta perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Kita sudah membuktikan itu, sebagai implementasi dari penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, yaitu membentuk sumber daya manusia tangguh dan profesional sebagai prajurit Jalasena berkelas dunia, diwujudkan melalui latihan-latihan bersama dengan Angkatan Laut negara sahabat,” ujarnya.
Sebelumnya, latihan EXERPICARD 6.0 ini adalah latihan bersama yang dilaksanakan secara periodik oleh seluruh kapal perang peserta MTF UNIFIL di perairan Lebanon yang dilaksanakan sebanyak enam kali. Tujuan l latihan ini adalah untuk menjaga profesionalisme prajurit selain pelaksanaan tugas pokok pelayaran patroli menjaga perairan Lebanon.

Terdapat lima kapal perang yang ikut serta dalam latihan EXERPICARD 6.0, yaitu Kapal Perang Bangladesh, Kapal Perang Turki, Kapal Perang Yunani, Kapal Perang Jerman serta Kapal Perang Republik Indonesia (KRI). Rangkaian latihan meliputi; advanced maneuvering exercises, gunnery exercise, mailbag transfer, navcomex, serta fly exercise dalam serial Winchex yang dilaksanakan helikopter AS 565 MBE Panther HS-4206 onboard di KRI Sultan Iskandar Muda-367.
Dalam misi terakhir, seluruh kapal bergerak menuju zona Barbara 3 untuk melaksanakan latihan gunnery exercise sebagai puncak dari seluruh rangkaian latihan. Semangat tanpa lelah terpancar dari prajurit KRI Sultan Iskandar Muda-367 dalam melaksanakan seluruh rangkaian latihan sampai selesai dengan ditutup serial latihan Navcomex. (at)
Hankam

Begini Cara TNI AL Susun Strategi Tempur di Latihan Armada Jaya XLIV
Pangkoarmada II memimpin pematangan rencana operasi dalam geladi posko latihan puncak Armada Jaya XLIV di Surabaya, yang melibatkan 600 prajurit TNI AL untuk menguji kesiapan operasional lima komando tugas dan merespons ancaman perang modern.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































