HANKAM

Ditunjuk Jadi Pilot Penguji, Perwira TNI AU Sukses Terbangkan Drone MALE Elang Hitam

Lettu Ahmad M. Yusuf
Lettu Ahmad M. Yusuf yang ditunjuk sebagai pilot penguji untuk uji terbang perdana drone Elang Hitam PTDI. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM – Lettu Ahmad M. Yusuf menjadi salah satu sosok yang berkontribusi dalam suksesnya uji terbang perdana pesawat terbang tanpa awak (UAV)/drone Medium Altitude Long Endurance (MALE) Elang Hitam.

Perwira pertama (Pama) TNI Angkatan Udara (TNI AU) asal Skadron Udara 51 Lanud Supadio itu dipercaya sebagai pilot penguji drone yang dikembangkan oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Uji terbang Elang Hitam dilakukan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Senin (28/7).

Baca Juga: TNI AU Uji Coba SGS Pesawat KT-1B Woong Bee Jelang HUT ke-80 RI

“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari kolaborasi erat antara TNI AU dan industri pertahanan dalam negeri, sekaligus mencerminkan kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam mengoperasikan alutsista berteknologi tinggi,” tulis Penerangan Lanud Supadio dikutip dari laman TNI AU, tni-au.mil.id, Minggu (3/8).

Lettu Ahmad M. Yusuf
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono (kedua dari kiri), Dirut PTDI Gita Amperiawan (kedua dari kanan) saat penyerahan sertifikat apresiasi kepada Lettu Ahmad M. Yusuf. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Momentum yang sama sekaligus menunjukkan aspek profesionalisme, kesiapan teknis, serta dedikasi personel TNI AU dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada negara.

Sebelum menjalani uji terbang, drone Elang Hitam terlebih dahulu menjalani sejumlah tahapan, mulai dari pembuatan desain, pembangunan prototipe, hinga uji darat yang ketat.

Baca Juga: Musim Kemarau Panjang, Kemenko Polkam dan TNI-Polri Operasi Pemadaman Karhutla

Uji terbang perdana ini menjadi babak baru dalam pengembangan Elang Hitam dan menjadi fase penting menuju operasional.

Keberadaan Elang Hitam bakal menjadi bagian penting dalam konteks pertahanan modern, pasalnya drone MALE menjadi contoh transformasi sistem pertahanan udara yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.

Sistem drone ini dirancang untuk mampu beroperasi dalam jangka waktu lama pada ketinggian menengah, dan memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan pertahanan, pengawasan wilayah, serta misi intelijen strategis. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.