Diteror OPM, 65 Warga di Kabupaten Puncak Mengungsi, Ada 20 Anak-anak

Jakarta, IDM – Diteror kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) 65 orang warga di kampung Eronggobak, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah mengungsi.
Dilansir keterangan dari Penyonif 700/Wira Yudha Cakti (WYC), Selasa (24/6) dari 65 warga ini terdapat 20 anak-anak. Tim dari Satgas Yonif 700 pun diterjunkan terdiri dari 20 personel dipimpin Letda Inf Sudirman. Mereka digerakkan dari TK Eromaga untuk melaksanakan Binter terbatas.
Baca Juga: Faktor Penting Peningkatan Anggaran Pertahanan untuk Persiapan Potensi Terjadinya Konflik
"Kami bukan pergi untuk bertempur, melainkan untuk melindungi, merangkul, dan membantu warga yang mengungsi ke sekitar Pos karena rasa takut akan teror. Kami bahu-membahu membangun tenda darurat," ujar Sudirman.

Kehadiran Satgas ini lanjut Sudirman membuat anak-anak mulai tersenyum kembali. Para Mama Papua kembali memasak dari bantuan yang diberikan Satgas.
Baca Juga: Tiga Komandan Komando Pendidikan TNI AL Berganti, Siapa Saja?

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI. Kami datang dalam ketakutan, tapi kami diterima dengan hangat. Mereka bukan hanya menjaga tanah ini, tapi menjaga kami," ujar Karel Murib, salah satu pegawai distrik yang membantu proses pengungsian.
Sementara itu, Tiberius Murib, yang juga ikut membantu warga, menambahkan, “Tanpa mereka, warga kami bisa saja terlantar dan tersesat. Terima kasih, Satgas 700," katanya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































