Disandera Sejak 7 Februari, Begini Kondisi Pilot Susi Air Versi Pangdam XVII Cenderawasih

Jakarta, IDM - Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan mengatakan Pilot Philip Mark Mehrtens asal Selandia Baru yang disandera KKB sejak tanggal 7 Pebruari dalam kondisi sehat-sehat saja.
"Itu karena Egianus Kogoya menjaga sandera dari Selandia Baru itu dengan baik," kata Mayjen TNI Izak seperti dikutip dari Antara, Jumat, (21/7).
Lanjutnya dari foto yang beredar nampak kondisi pilot sehat. Wajahnya nampak tidak stres, baju rapi, bahkan hanya matanya terlihat bosan saja.
Baca Juga: Bertemu KSAL, Wakil Kepala AL Italia Bahas Kedatangan ITS Francesco Morosini ke Jakarta
"Egianus dan kelompoknya menjaga dengan baik sehingga apa yang harus dikhawatirkan," kata Mayjen TNI Izak.
Menurutnya, walaupun demikian TNI-Polri terus melakukan langkah-langkah untuk membebaskan pilot Philip dengan mengedepankan pemerintah daerah.
Kasus ini bukan merupakan masalah yang harus diselesaikan dengan "operasi militer" karena dengan kasus penyanderaan itu berdampak langsung dengan masyarakat kecuali daerah dimana kasus tersebut terjadi.
Baca Juga: PT Pindad Beri Akmil TNI Bantuan Senjata dan Amunisi
"Masyarakat di wilayah itu yang memang takut dampaknya memang ada yang mengungsi, namun diharap mereka segera kembali ke kampung halamannya," harap Mayjen TNI Pangemanan.
Pilot Philip Mark Mehrtens disandera sesaat setelah mendaratkan pesawat milik Susi Air di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga.
Selain menyandera pilot, Egianus dan kelompoknya juga membakar pesawat tersebut. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































