HANKAM

Dibantu Pesawat MRTT Milik RSAF, Jet Tempur F-16 TNI AU Latihan Isi Bahan Bakar di Udara

Jet tempur F-16 Skadron 3
Pesawat MRTT milik Republic of Singapore Air Force (RSAF) mengisi bahan bakar jet tempur F-16 TNI AU

Jakarta, IDM – Jet tempur F-16 TNI Angkatan Udara melaksanakan latihan pengisian bahan bakar di udara atau air to air refueling (AAR) dalam Bilateral Fighter Interaction (BFI) 14/26 yang dilaksanakan TNI AU dan Angkatan Udara Singapura atau Republic of Singapore Air Force (RSAF).

Latihan bersama ke-14 ini digelar di wilayah udara Riau, dengan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, sebagai pangkalan penyiap sekaligus pendukung utama latihan.

Kedua Angkatan Udara mengasah kemampuan penerbang tempur melalui berbagai skenario latihan. Materi latihan meliputi air to air refueling atau AAR yang melibatkan pesawat tempur F-16 TNI AU dengan pesawat Multi Role Tanker Transport (MRTT) milik RSAF dan latihan basic fighter maneuver (BFM) untuk meningkatkan kemampuan pertempuran udara jarak dekat.

Baca Juga: KRI Sembilang-850 Hajar Sasaran Terapung di Laut Kalbar, Meriam Seahawk Menggelegar

Latihan melibatkan para penerbang tempur terbaik TNI AU dari Skadron Udara 3, Skadron Udara 14 Wing Udara 3.2, dan Skadron Udara 16 Wing Udara 3.1 Grup 3 Tempur.

Jet tempur F-16 Skadron 3
Jet tempur F-16 Skadron 3 di markas Skadron 16 Lanud Roesmin Nurjadin. (Foto: Dok. Dispenau)

Komandan Wing Udara 3.1 Grup 3 Tempur Kolonel (Pnb) Adhi Safarul Akbar selaku Direktur Latihan BFI dari TNI AU, menyampaikan bahwa latihan ini merupakan sarana strategis untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapan tempur penerbang F-16.

“Latihan ini menjadi wahana penting untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan penerbang, khususnya dalam pelaksanaan air to air refueling serta berbagai skenario latihan taktikal lainnya,” ujar Adhi, dikutip dari siaran pers Dinas Penerangan TNI AU, Minggu (15/2).

Baca Juga: Pesan Panglima TNI ke Taruna Latsitarda Nusantara: Pengalaman Ini sebagai Landasan Sinergi TNI-Polri

Sementara itu, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsekal Pertama Abdul Haris menekankan kesiapan jajarannya dalam mendukung latihan bersama, baik berskala nasional maupun internasional.

“Keberhasilan latihan bersama BFI 14/26 menunjukkan kesiapan operasional TNI AU yang semakin adaptif dan modern dalam menjaga stabilitas serta keamanan kawasan,” kata Abdul Haris. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.