HANKAM

Di Sela-sela Operasi, Dua KRI Armada I Latihan di Selat Singapura

KRI Clurit-641 dan KRI Torani-860.
KRI Clurit-641 dan KRI Torani-860 menggelar latihan di Selat Singapura, Rabu (9/4). (Foto: Dok. Dispen Koarmada I)

Jakarta, IDM – Kedua kapal perang jajaran Koarmada I, yakni KRI Clurit-641 dan KRI Torani-860 menggelar latihan di Selat Singapura, Rabu (9/4).

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Kolonel Laut (P) Yoni Nova Kusumawan, mengungkapkan KRI Clurit yang saat ini berada di bawah komando operasi (BKO) dari Gugus Tempur Laut (Guspurla) Kormada I, tergabung dalam operasi garda Indonesia-Singapura (Indosin) 2025.

Sementara KRI Torani berada di bawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I dan tergabung pada operasi Tameng Ghora 2025.

Baca Juga: TNI AD Rekrut Rohaniwan untuk Bina Mental Prajurit

"Kedua unsur KRI menggelar latihan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit di area operasi, di perairan Selat Singapura," ungkap Yoni dalam keterangannya, dikutip Kamis (10/4).

Sejumlah materi latihan yang dilaksanakan, meliputi maunver taktis (miscex 830), komunikasi visual menggunakan bendera dan teknik semapur (navcomex 204), komunikasi isyarat dengan cahaya lampu (flashing signal), pengisian bahan bakar di laut (replenishment at sea).

"Latihan diakhiri dengan farewell pass yang selanjutnya kedua KRI melanjutkan patroli di daerah operasi yang telah ditentukan," lanjut Yoni.

Adapun operasi garda Indosin merupakan kerja sama antara Indonesia dan Singapura sebagai negara pantai dalam mengamankan jalur pelayaran Selat Singapura dan Selat Philips. Operasi ini sempat terhenti beberapa tahun, kemudian perdana digelar kembali sejak 2023 lalu saat kepemimpinan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.

Baca Juga: Berprestasi, Perwira TNI AL Raih Penghargaan di Sesko Angkatan Laut Jepang

Sedangkan operasi Tameng Ghora menungaskan kapal perang untuk berpatroli di sekitar perairan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I secara berkala. Pada awal tahun ini, salah satu unsur KRI yang bertugas dalam operasi Tameng Ghora, sempat mendeteksi keberadaan tiga kapal perang asing saat berpatroli di Selat Sunda. Ketiga kapal yang berasal dari Angkatan Laut Britania Raya, Angkatan Laut Kerajaan Kanada, dan India muncul secara beruntun dalam tenggat waktu tiga jam, pada 17 Januari lalu.

Berdasarkan siaran pers Guskamla Koarmada I, ketiga kapal perang asing itu melintasi Selat Sunda dengan damai, dengan pengawasan ketat dari KRI Alamang-644 yang menjadi salah satu unsur operasi Tameng Ghora.

"Kita lakukan komunikasi dengan mereka dan kita awasi aktivitas mereka. Semua kita lakukan sesuai prosedur, memastikan pelayaran ketiga kapal asing itu berjalan aman. Dan yang terpenting mereka mematuhi hukum internasional," kata Komandan Guskamla Laksamana Pertama Anung Sutanto. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.