HANKAM

Detik-Detik Senjata Meletus Tembus Pintu dan Mengenai Letda Inf. Jihad Ahmad

Ilustrasi prajurit Kopassus TNI AD
Ilustrasi prajurit Kopassus TNI AD. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kepala Penerangan (Kapen) Kopassus, Kolonel Inf. Indra Mardianto, menceritakan detik-detik kecelakaan di gudang senjata yang mengakibatkan Letda Inf. Jihad Ahmad Al Rasyid meninggal dunia.

Dalam keterangannya yang diterima pada Selasa (27/10), Indra mengatakan bahwa berdasarkan informasi sementara, kejadian tersebut diawali oleh rangkaian serah terima beberapa dokumen administratif dan senjata pistol di gudang senjata.

Baca Juga: TNI AL Desak Singapura Perkuat Patroli, Soroti Penyelundupan Lobster hingga Narkotika di Perbatasan

"Waktu itu, korban menunggu di luar, sedangkan petugas berada di dalam gudang untuk melakukan pengosongan senjata (biasanya dikokang dengan magazen kosong dan diarahkan ke atas, ke arah yang aman, atau ke gun clearing trap). Namun, tiba-tiba senjata meletus ke arah pintu dan tembus mengenai korban yang berada di luar," kata Indra.

Ia memastikan bahwa hingga saat ini belum ada tersangka yang ditetapkan karena belum ada keterangan resmi dari penyidik Denpom Surakarta.

"Ada beberapa orang di lokasi kejadian, tetapi kami belum berani sebut tersangka karena belum ada keterangan dari Denpom sebagai penyidik," jelas Indra.

Sebelumnya, kabar kematian Letda Inf. Jihad Ahmad Al Rasyid sempat beredar di media sosial. Dikutip dari akun Instagram @srikandi_indonesiaid, korban disebut meninggal dunia akibat insiden penembakan saat bertugas di Solo, Jawa Tengah.

Baca Juga: Misi Pemadaman Karhutla di Kalsel dan Kalteng, Lima Pesawat TNI AU Sukses Bikin Hujan Buatan

Menanggapi hal ini, Markas Besar Kopassus meluruskan informasi keliru tersebut. Indra menegaskan bahwa perwira muda yang berdinas di Batalion 26 Grup Kopassus tersebut gugur murni akibat kecelakaan pistol meletus di gudang senjata pada Sabtu (24/10) siang.

"Mengenai kejadian tersebut, memang korban meninggal dunia. Namun, secara kronologis tidak demikian seperti yang disebutkan dalam berita bahwa korban tewas ditembak,” ujar Indra.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.