TNI AL Desak Singapura Perkuat Patroli, Soroti Penyelundupan Lobster hingga Narkotika di Perbatasan

Jakarta, IDM – TNI AL mendesak Angkatan Laut Singapura (Republic of Singapore Navy) memperketat pengamanan perbatasan untuk menekan kejahatan lintas negara yang merugikan Indonesia.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan Navy to Navy Talk di Kementerian Pertahanan Singapura, Jumat (24/10). Kedatangan rombongan disambut KSAL Singapura Laksamana Muda Sean Watt.
Dalam pertemuan tersebut, Yayan menyoroti maraknya aktivitas penyelundupan ilegal di perbatasan kedua negara. Ia meminta pihak Singapura berkomitmen penuh memberantas kejahatan laut, mulai dari pengiriman benih bening lobster, pasir timah, hingga peredaran gelap narkotika.
Baca Juga: Kopassus: Kematian Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid karena Pistol Meledak di Gudang Senjata
"Kerja sama dalam bidang pertukaran informasi dan intelijen, patroli terkoordinasi, serta bentuk kerja sama operasional lainnya harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keamanan maritim," tegas Yayan, dikutip dari keterangan Dispenal, Senin (26/10).
Ia menegaskan, kerugian akibat penyelundupan komoditas ilegal tersebut dapat dicegah apabila kedua angkatan laut konsisten mengawal kesepakatan di lapangan.
"Maraknya aktivitas penyelundupan yang merugikan Indonesia, antara lain penyelundupan benih bening lobster, pasir timah, dan berbagai komoditas lainnya di wilayah perbatasan kedua negara, termasuk penyelundupan narkotika," ujar Yayan.
Baca Juga: Misi Pemadaman Karhutla di Kalsel dan Kalteng, Lima Pesawat TNI AU Sukses Bikin Hujan Buatan
"Seharusnya dapat ditekan apabila kedua pihak secara konsisten melaksanakan komitmen kerja sama yang telah disepakati dengan tetap menjunjung tinggi prinsip saling menghormati," sambungnya.
Menanggapi evaluasi tersebut, delegasi Angkatan Laut Singapura menyatakan kesiapan menindaklanjuti hasil evaluasi serta meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait.
Pertemuan bilateral ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi TNI AL, di antaranya Laksamana Pertama Eddy Krisna Murti, Kolonel (Mar) Novianto Danang, Letkol Laut (P) Steven Reginald, Mayor Laut (P) Yudistira Dwi Adinugroho, dan Mayor Laut (P) Andhika Dwi Prasetya. Selain isu penyelundupan, dialog ini juga menyepakati kerja sama di bidang pendidikan, pelatihan, kursus, serta interaksi pimpinan kedua angkatan laut.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































