Detik-detik Satgas TNI-Polri Lumpuhkan OPM Penembak Anggota Denjaka

Jakarta, IDM – Pasukan TNI-Polri berhasil melumpuhkan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berinisial O.E.
Baca Juga: Rampungkan Pelatihan di AS, Perwira TNI AU Tingkatkan Kapabilitas Kelola Logistik Militer
Dilansir dari keterangan video yang dibagikan instagram resmi @opsdamaicartenzpolri, Selasa (21/4), tampak O.E dikejar dan sempat melawan dengan tembakan. Namun akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas.
Dijelaskan pula bahwa O.E adalah pelaku penembakan terhadap anggota Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL Penugasan Satgas Elang IV, Sertu Anumerta Ismunandar pada 17 Maret 2024 lalu.
"Saat penyergapan pelaku yang tertembak berhasil diamankan dan dievakuasi ke RSUD Mulia untuk mendapatkan penanganan medis, namun dinyatakan meninggal dunia pada Senin (20/4)," tulis keterangan Satgas Damai Cartenz Polri.
Baca Juga: Pelatihan Komcad ASN Gelombang Pertama akan Dibuka di Halim Besok
Untuk diketahui, Sertu Anumerta Ismunandar gugur dalam pertempuran saat kontak tembak dengan kelompok OPM atau KKB, pada 17 Maret 2024. Almarhum telah dimakamkan di kampung halamannya, di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































