HANKAM

Detik-detik KRI Kujang Gulung Jaringan Penyelundup Logam Tanah Jarang di Batam

Panglima Koarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata
Panglima Koarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata (tengah) didampingi Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon (kiri) saat memberikan keterangan pers terkait penggagalan penyelundupan Logam Tanah Jarang (LTJ) di Markas Kodaeral IV Batam, Selasa (26/5). (Foto: Dok. Dispen Koarmada RI)

Jakarta, IDM – Jajaran TNI AL menggagalkan penyelundupan komoditas strategis bernilai tinggi di Batam. Menggunakan KRI Kujang-642, aparat laut menyergap kapal tunda (tugboat) yang membawa muatan ilegal tersebut.

Kapal yang ditangkap tersebut adalah TB Capricorn 206/TK Capricorn 92.210. Saat dicegat di perairan Batam, armada ini kedapatan mengangkut Logam Tanah Jarang (LTJ) atau rare earth.

Baca Juga: TNI AL Uji Latihan Multiperan Helikopter-KRI sambil Patroli di Balikpapan

Keberhasilan operasi senyap ini langsung memicu perhatian serius dari pusat. Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Richard Tampubolon bahkan memimpin langsung peninjauan terpadu ke Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam, Selasa (26/5).

Inspeksi mendadak tersebut turut dihadiri oleh Jampidsus Kejaksaan Agung RI, pejabat Kemenko Polkam RI, serta Panglima Koarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata. Petugas mengendus adanya dugaan pelanggaran kepabeanan dan tata niaga ekspor mineral nonprosedural yang berpotensi merugikan negara.

Petugas gabungan
Petugas gabungan memeriksa tumpukan kotak perak diduga berisi Logam Tanah Jarang ilegal di dalam kontainer yang disita dari kapal tunda TB Capricorn 206 di Batam. (Foto: Dok. Dispen Koarmada RI)

Kepada Indonesia Defense Magazine, Denih Hendrata menjelaskan kepastian mengenai volume kargo kapal saat ini masih didalami.

"Jenis dan jumlah dalam penyelidikan," kata Denih saat memberikan konfirmasi, Jakarta, Rabu (27/5).

Baca Juga: Kendaraan Dinas TNI AD Mulai Gunakan BBM dari Limbah Plastik

Lebih lanjut, Denih menegaskan operasi penindakan ini merupakan bukti nyata dari kesiapsiagaan seluruh prajurit di lapangan. TNI AL berkomitmen penuh untuk selalu berada di garis terdepan dalam mengamankan seluruh aset strategis milik tanah air.

"Keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata kesiapsiagaan prajurit TNI AL dan jajarannya, untuk terus hadir di garda terdepan, demi menjaga kedaulatan, menegakkan hukum, serta mengamankan kekayaan alam Indonesia, demi kepentingan bangsa dan negara," tegas Denih.

Saat ini, kapal TB Capricorn 206 beserta seluruh kru masih ditahan di Kodaeral IV Batam untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.