Detasement Pandu Udara dan Pengintai Keamanan Resmi Dibekukan

Jakarta, IDM – Danbrigif 3/TBS Letkol Inf Gustiawan Ferdianto resmi menutup Detasement Pandu Udara dan Pengintai Keamanan (Denpandutaikam) Brigif 3/TBS dalam upacara militer di Kariango, Kamis (5/12).
Pembekuan ini menandai akhir perjalanan Denpandutaikam sejak berdiri pada 30 Januari 2020. Penyerahan tunggul satuan dari Kapten Inf Rendi Hardika Putera kepada Danbrigif 3/TBS menjadi simbol berakhirnya kiprah satuan ini, yang kini dilebur ke unit jajaran Brigif 3/TBS untuk mendukung efektivitas organisasi.
Baca Juga: Penuhi Standar Kelayakan, Marinir Uji Verifikasi Ranpur BVP-2
Danbrigif 3/TBS menyampaikan apresiasi atas dedikasi prajurit Denpandutaikam dan berpesan agar mereka mampu beradaptasi di satuan baru.
"Terima kasih atas loyalitas dan pengorbanan selama bertugas. Kepada komandan satuan, bina personel baru agar terus berkontribusi maksimal," tuturnya dalam rilis yang diterima Jumat (6/12).
Baca Juga: KSAU Beri Penghargaan Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama kepada Panglima Tentera Udara Diraja Malaysia
Pembekuan Denpandutaikam menjadi bagian dari langkah reformasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi di lingkungan TNI AD.
Diketahui Denpandutaikam merupakan pasukan khusus di bawah Komando Brigif Para Raider 3/TBS. Para prajurit Denpandutaikam dibekali dengan beberapa keahlian antara lain infiltrasi, memanah, kemampuan raider, serta kemampuan intelijen. (nhn)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































