HANKAM

Desember 2024, KRI Iskandar Muda Berangkatkan Ratusan Prajurit ke Lebanon

Pembekalan hukum Satgas MTF TNI
Kabiddukkum Babinkum TNI Kolonel Laut (H) R. Deni Nugraha Ramdani memberikan pembekalan hukum pada latihan pratugas Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P UNIFIL di, Surabaya, Jumat (4/10) lalu. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – 120 prajurit TNI AL yang tergabung dalam Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-P UNIFIL dijadwalkan berangkat ke daerah misi perdamaian PBB di Lebanon, pada Desember 2024.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabiddukkum Babinkum TNI Kolonel Laut (H) R. Deni Nugraha Ramdani saat memberikan pembekalan hukum pada latihan pratugas Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P UNIFIL di, Surabaya, Jumat (4/10) lalu.

Baca Juga: Pangkoopsud II Tinjau Kesiapan Uji Terbang B-737 di Bandara IKN

"Satgas MTF ini akan on board di atas KRI Sultan Iskandar Muda-367, dipimpin Letkol Laut (P) Anugrah Anurullah. Direncanakan berangkat ke Lebanon medio Desember 2024," ungkap Deni, dikutip dari laman Puspen TNI, Selasa (8/10).

Deni mengatakan, Satgas MTF dibentuk untuk menjaga perdamaian di wilayah perbatasan Lebanon dan Israel, dengan fokus melakukan pengawasan perairan, mencegah penyelundupan senjata serta menjaga stabilitas keamanan di laut Lebanon.

"TNI memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan stabilitas negara. Namun, dalam menjalankan tugasnya baik di dalam negeri maupun di luar negeri, TNI harus memahami hukum Humaniter Internasional dan selalu menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM)" kata Deni.

Adapun Satgas MTF TNI Konga XXVIII-P UNIFIL Lebanon yang berjumlah 120 personel, di dalamnya juga mencakup 12 prajurit Korps Wanita TNI AL (Kowal), perwira kesehatan serta perwira psikologi.

Baca Juga: Siap Perkokoh Kekuatan TNI AU, Wakasau Pimpin Rakor Gelar PesawaT A-400M

Saat ini di Lebanon terdapat pasukan satuan tugas MTF TNI Konga XXVIII-O UNIFIL yang terdiri atas KRI Diponegoro-365 dan helikopter Panther HS-1305. Satuan tugas yang dipimpin oleh komandan Letkol Laut (P) Wirastyo Haprabu ini bertugas di perairan Lebanon sejak awal 2024.

Satuan tugas MTF di Lebanon bertugas memelihara perdamaian di sepanjang perbatasan Lebanon dan Israel bersama satuan tugas UNIFIL lainnya, antara lain Batalyon Mekanis TNI (INDOBATT), Pendukung Markas (FHQSU), Indo Force Protection Company (FPC), Koordinasi Sipil-Militer (CIMIC) TNI, Military Community Outreach Unit (MCOU), dan Level 2 Hospital. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.