Delegasi TNI AL Hadiri Pertemuan Dokter Gigi Militer Internasional di Australia

Jakarta, IDM - TNI AL mengirimkan perwakilannya dalam pertemuan tahunan dokter gigi militer internasional atau Section Defense Forces Dental Service (SDFDS) di Sydney, Australia, 21-24 September 2023.
Mengutip keterangan Dispenal, Selasa (26/9), Kolonel Laut (K) Muh Arifin jadi satu-satunya perwakilan TNI AL dalam acara yang melibatkan 18 negara tersebut.
Baca Juga: Prajurit Denharrahlat Kostrad Turun Tangan Atasi Ternak Warga Dimangsa Macan Tutul Jawa
Acara ini dilakukan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman serta memutakhirkan teknologi kedokteran gigi militer terkini. Sebanyak 109 delegasi puluhan negara hadir dalam perhelatan tersebut.
Arifin memaparkan keberhasilan Indonesia melewati pandemi Covid-19. Ia juga menjelaskan peran TNI AL menangani pandemi mulai dari karantina WNI dari Wuhan, China di Pulau Natuna hingga penanganan di Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran.
Baca Juga: Belajar Kajian Terorisme, Lima Perwira TNI AD Berhasil Raih Cumlaude di UI
Setelah pelaksanaan SDFDS, acara dilanjutkan World Dental Congres FDI (Federation Dentaire Internasional) atau Kongres Federasi Dokter Gigi Internasional digelar di ICC Sydney Australia dari 24 - 27 September 2023. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































