Danyonif 11 Marinir Beri Pembekalan Latihan Menembak kepada Personel Pamtas Mobile Indonesia-Papua Nugini

Jakarta, IDM - Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 11 Marinir Letkol (Mar) Rowin Zummy Simarmata, memberi pembekalan latihan menembak personel kepada Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Mobile Indonesia-Papua Nugini 2024, Sorong, Papua Barat Daya, Senin (8/1).
Dikutip dari keterangan Pasmar 3, Rabu (10/1), pembekalan tersebut bertujuan memotivasi dan membangun semangat juang para prajurit yang akan siap melaksanakan tugas tempur di daerah operasi Papua.
Baca Juga: KRI Frans Kaisiepo-368 Serahkan Penugasan di Lebanon kepada KRI Diponegoro-365
Rowin membekali sedikit pengetahuan kepada anak buahnya tentang prosedur menembak dan membidik senjata laras panjang, sniper, dan senjata mesin otomatis dengan baik, benar, dan akurat.

Ia menyampaikan kepada para prajuritnya untuk jangan pernah merasa aman dan tetap mewaspadai lingkungan sekitar.
Baca Juga: 6 Titik Ranjau Peninggalan Perang Dunia II Diledakkan di Perairan Tarakan
"Berlatihlah seperti kalian bertempur, dan bertempurlah seperti yang dilatihkan. Semoga dengan sedikit pembekalan ini dapat berguna di medan penugasan yang akan kalian hadapi," pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































