HANKAM

Danramil di Ngawi Ubah Lahan Tidur Perhutani dan Hasilkan 8 Ton Jagung

Danramil
Kapten Inf Wardoyo. (Foto: Dok. Pendam V Brawijaya)

Jakarta, IDM – Kisah inspiratif ini datang dari Komandan Koramil (Danramil) 0805/12 Mantingan, Kapten Inf Wardoyo. Dilandasi tugasnya sebagai prajurit TNI AD untuk mendukung program swasembada pangan yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Kapten Inf Wardoyo memanfatkan lahan tidur milik Perhutani untuk budidaya jagung.

“Lahan ini dulunya lahan tidur, karena (pohon) jatinya sudah habis, jadi bisa dikatakan terbengkalai,” kata Wardoyo di lahan Perhutani yang dikelolanya di Desa Mengger, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Jumat (6/12) seperti dikutip dari keterangan Pendam V Brawijaya.

Karena terbengkalai, Wardoyo kemudian berkoordinasi dengan pihak Perhutani untuk mengelolanya menjadi lahan pertanian dan diberikan izin.

Baca Juga: TNI AL Fokus Kerja Sama Bilateral Agar Tetap Damai dengan Negara Sahabat

Lebih lanjut ia mengungkapkan, selain di Desa Mengger, ia juga mengelola lahan Perhutani lainnya di Desa Kauman, Kecamatan Widodaren, yang juga dimanfaatkan untuk budidaya jagung. Untuk luasannya, sebutnya, masing-masing mencapai satu hektare.

Dari kedua lahan yang dikelolanya sejak tahun 2022 itu, Wardoyo mengaku bisa menghasilkan 8 ton jagung dalam sekali panen.

“Kalau hasilnya sebenarnya tak menentu, karena hama banyak sekali, mulai dari tikus, ulat, dan tupai. Tapi yang terakhir panen itu, satu lahan bisa menghasilkan 4 ton jagung,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada lahan yang dikelolanya, Pama TNI AD itu juga banyak membantu para petani dengan sosialisasi yang diberikan.

Baca Juga: KSAL Beberkan Tiga Peran TNI AL Dukung Program Asta Cita

“Saya boleh dibilang termasuk yang awal menanam jagung di lahan milik Perhutani ini. Jadi kalau pas sedang kumpul-kumpul dengan warga atau petani lainnya, sedikit banyak saya sering memberikan masukan atau berbagai ilmu kepada mereka,” terangnya.

“Apalagi menanam jagung ini kan tidak semudah seperti yang dibayangkan. Khususnya saat musim penghujan tiba, kita harus pintar-pintar memilih waktu yang tepat untuk memulai proses tanamnya. Banyak petani di sini dulunya asal tanam, sehingga gagal harus dicabuti dan ngulang lagi tanamnya,” lanjutnya.

Tak hanya untuk mendukung program swasembada pangan dari Presiden Prabowo Subianto, Wardoyo mengaku, dari upayanya itu juga telah mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.