Danpushidrosal Tinjau KRI Canopus-936 di Jerman, Pastikan Uji Kapal hingga Drone Bawah Air Sesuai Standar

Jakarta, IDM – Komandan Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya Budi Purwanyo meninjau progres pembangunan KRI Canopus-936 di galangan kapal Abeking & Rasmussen, Jerman, Sabtu (29/11).
Dalam kunjungan itu, Budi menerima paparan teknis terbaru dari satuan tugas (satgas) pembangunan kapal. Ia menegaskan pentingnya tahapan uji laut (sea acceptance test) dilakukan secara ketat, terutama untuk peralatan survei seperti pemindai dasar laut (multibeam echosounder) dan kendaraan bawah air nirawak (AUV).
“Setiap alat harus diuji sesuai standar dan spesifikasinya. Kemampuan membaca kedalaman dan akurasi data harus jelas terukur,” tegasnya, dikutip dari keterangan Dispen Pushisrosal, Senin (1/12).
Baca Juga: TNI AD Kirim Logistik di Aceh Gunakan Helikopter Jangkau Lokasi Terisolir
KRI Canopus-936 sendiri merupakan kapal bantu hidro-oseanografi modern dengan panjang 105 meter dan bobot sekitar 3.400 ton. Kapal ini bisa beroperasi hingga 60 hari dan membawa sekitar 90 personel serta tambahan 200 ton perlengkapan misi.
Kapal ini tidak didesain sebagai kapal tempur, melainkan untuk tugas survei laut, pemetaan dasar laut, pemantauan oseanografi, sampai mendukung operasi pencarian dan penyelamatan.

Selain AUV, kapal ini juga dilengkapi kendaraan bawah air yang dikendalikan dari kapal (ROV) serta pesawat nirawak (drone udara atau UAV). Kombinasi peralatan ini memungkinkan KRI Canopus-936 melakukan survei laut dalam, pengumpulan data oseanografi, hingga deteksi rintangan bawah laut.
Pembangunan kapal ini merupakan kerja sama Indonesia dan Jerman. Badan kapal dibuat oleh perusahaan Indonesia, PT Palindo Marine, mulai dari pemotongan baja pada September 2023 hingga peluncuran lambung pada September 2024. Setelah itu, lambung dikirim ke Jerman untuk pemasangan sistem dan penyempurnaan.
TNI AL juga sudah menyiapkan calon awaknya. Sebanyak 93 personel mengikuti pelatihan intensif sejak September 2025, mencakup pengenalan struktur kapal, sistem penggerak, navigasi, hukum laut, prosedur keselamatan, hingga penyusunan buku tempur kapal.
“Pelatihan yang dilaksanakan di Jerman diharapkan mampu ditransfer secara efektif kepada gelombang pengawak berikutnya,” ujar Budi.
Setelah meninjau langsung kondisi kapal di dermaga galangan, Budi mengapresiasi kerja seluruh pihak dan menegaskan kembali pentingnya disiplin pada semua tahapan uji. KRI Canopus-936 diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung survei hidrografi Indonesia, mulai dari pemetaan laut, mitigasi bencana, hingga mendukung patroli maritim jika diperlukan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































