Danlanudal Juanda Sambut Kunjungan Kerja KSAL Singapura

Jakarta, IDM - Komandan Pangkalan Udara Angkatan Laut (Danlanudal) Juanda Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo, menerima kedatangan KSAL Singapura Laksamana Pertama Sean Wat, Sidoarjo, Jumat (14/7).
Dikutip dari keterangan Pen Puspenerbal, Sabtu (15/7), kedatangan pimpinan Republic of Singapore Navy (RSN) itu dalam rangka kunjungan kerja Ke wilayah Surabaya, Jawa Timur.
Baca Juga: Pangdam XIV/Hsn Berangkatkan Satgas Tamalatea ke Papua
Pada kesempatan tersebut, Sean menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang hangat dari TNI AL wilayah Surabaya.
Sebelumnya, Sean juga bertemu dengan KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali di Mabesal, Jakarta, Kamis (13/7) lalu. Keduanya sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral antara TNI AL dan RSN.
Baca Juga: Bakti Sosial Hari Bakti TNI AU, Lanud Ats Beri Bantuan Kaki Palsu Untuk Masyarakat
Kedua pimpinan angkatan laut itu juga sepakat dalam peningkatan profesionalitas latihan antara kedua negara dan menunjukkan dukungan timbal balik yang kuat.
Sean juga mengungkapkan, RSN akan mengerahkan dua kapal perangnya, yakni RSS Endeavour dan RSS Vigour untuk ikut serta dalam latihan gabungan militer Super Garuda Shield 2023 pada Agustus mendatang. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































