HANKAM

Danlanudal Biak Tekankan Prajurit untuk Bijak Menyikapi Polemik RUU TNI

Danlanudal Biak, Kolonel Laut (P) Sugeng Lamiyo
Danlanudal Biak, Kolonel Laut (P) Sugeng Lamiyo memberikan jam komandan kepada para prajuritnya, Biak, Papua, Senin (24/3). (Foto: Dok. Puspenerbal)

Jakarta, IDM – Komandan Landasan Udara Angkatan Laut (Danlanudal) Biak, Kolonel Laut (P) Sugeng Lamiyo menekankan kepada seluruh prajuritnya untuk bijak dalam menyikapi polemik revisi Undang-Undang TNI nomor 34 tahun 2004.

Hal tersebut disampaikan oleh Sugeng pada momen khusus jam Komandan yang dihadiri seluruh prajurit Lanudal Biak, Papua, Senin (24/3).

Ia mewanti-wanti para prajuritnya agar tidak terpancing dan terpengaruh dengan polemik revisi Undang-Undang TNI, dengan tidak berkomentar apapun di media sosial.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Kunjungi Lokasi Latihan Militer dari Papua Hingga Aceh

"Sudah ada pihak yang lebih berwenang menanganinya. Ini saya sampaikan kepada seluruh prajurit sebagai tindak lanjut perintah bapak KSAL melalui Danpuspenerbal," ujar Sugeng, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Selasa (25/3).

Selain itu, Sugeng juga menjelaskan poin efisiensi anggaran dalam aspek kedinasan, seperti penggunaan fasilitas sarana dan prasarana hingga pemeliharaan peralatan pendukung operasi.

"Batasi penggunaan listrik, air, dan pelihara peralatan pendukung operasi atau kerja agar tak cepat rusak," jelas Sugeng.

Baca Juga: PBB Apresiasi Prajurit TNI Bangun Jalan 72 Kilometer di Afrika Tengah

Sementara itu, Pasops Lanudal Biak, Mayor Laut (P) Sutrisno turut menyampaikan agar prajurit mampu berkomitmen berkomitmen positif pada keadaan yang dinamis.

"Berdamai dengan keadaan dan senantiasa berkomitmen positif pada diri sendiri sebagai langkah awal dalam bersiap menghadapi situasi dan kondisi apapun," kata Sutrisno. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.