HANKAM

Danlanud SMH Ungkap Kronologi Penyelundupan Narkoba Melalui Bandara SMB II Palembang

Danlanud SMH Kolonel Pnb Sigit Gatot Prasetyo
Danlanud SMH Kolonel Pnb Sigit Gatot Prasetyo saat menjelaskan kronologi upaya penyelundupan narkoba melalui Bandara Internasional SMB II Palembang. (Foto: Dok. Penerangan Lanud SMH)

Jakarta, IDM - Tim gabungan keamanan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satu paket narkoba jenis ganja kering seberat 769 gram, Sabtu (23/9).

Demikian diungkap oleh Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) Palembang, Kolonel Pnb Sigit Gatot Prasetyo dalam keterangan persnya yang dikutip dari Penerangan Lanud SMH, Selasa (26/9).

Sigit menjelaskan, awalnya tim gabungan keamanan Bandara SMB II yang terdiri dari anggota TNI AU Lanud SMH, Avsec dan Kepolisian mencurigai satu paket yang akan dikirim ke Lombok.

Baca Juga: KSAU Terima Laporan Kenaikan Pangkat 6 Pati TNI AU

Paket tersebut dibalut dengan pakaian dan dimasukkan ke dalam kotak yang dibungkus rapi dengan tujuan untuk mengelabui petugas.

“Pada pukul 10.40 barang-barang kargo masuk di seksi kargo Bandara SMB II. Kemudian, dilaksanakan pengecekan melalui X-Ray. Saat itulah dicurigai ada satu paket yang harus diperiksa lebih lanjut,” ungkap Danlanud SMH.

Danlanud SMH Kolonel Pnb Sigit Gatot Prasetyo
Penyerahan barang bukti narkoba dari tim gabungan keamanan Bandara SMB II Palembang kepada Polsek Sukarami Palembang. (Foto: Dok. Penerangan Lanud SMH)

“Setelah dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut dan dibuka, ternyata ditemukan ada satu paket berisi ganja kering dan saat ditimbang beratnya adalah 769 gram,” imbuhnya.

Barang bukti narkoba tersebut kemudian langsung diserahkan kepada Polsek Sukarami Palembang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga: Mau Tahu Kehidupan di Akmil, Yuk Kunjungi Standnya di TNI AD Fair 2023

Dengan keberhasilan tim gabungan keamanan Bandara SMB II dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ini, menurut Sigit, menjadi komitmen mereka untuk menekan peredaran narkoba di tengah masyarakat yang berpotensi merusak generasi muda Indonesia.

Untuk itu, ia juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pengiriman narkoba atau sejenisnya lantaran tim keamanan Bandara SMB ll akan selalu melakukan pencegahan dalam bentuk apa pun. “Tim gabungan keamanan bandara akan selalu melakukan pengecekan sesuai prosedur sehingga barang haram tersebut tidak akan pernah lolos dari pengawasan,” tegas Kolonel Pnb Sigit.

Sejak tahun 2022, tim keamanan gabungan tercatat sudah enam kali menggagalkan upaya penyelundupan dan pengiriman narkoba melalui Bandara SMB II Palembang dengan berbagai tujuan. “Sejak Januari 2022 hingga September 2023, sekitar 6 kali dengan total 6,5 kg yang kita dapatkan dari hasil penyekatan, selalu dengan kondisi yang sama tapi dengan tujuan yang berbeda -beda,” pungkas Danlanud SMH. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.