Danlanud Rsn: Dibutuhkan Keberanian dan Tekad yang Kuat Untuk Jadi Penerbang Tempur

Jakarta, IDM - Perjalanan untuk menjadi seorang penerbang tempur (fighter) tidaklah mudah. Dibutuhkan keberanian, ketekunan, dan tekad yang kuat. Untuk itu, para penerbang tempur harus menjalani serangkaian pelatihan yang ketat dan penuh dengan tantangan, baik secara fisik maupun mental. Salah satu pelatihan yang harus mereka jalanin adalah pendidikan transisi pesawat.
Demikian disampaikan oleh Komandan Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn), Marsma TNI Mohammad Nurdin dalam sambutannya saat menutup pendidikan transisi A-XXIV dan membuka pendidikan transisi A-XXV penerbang pesawat Hawk 100/200 Skadron Udara 12 Wing Udara 6 Lanud Roesmin Nurjadin di Shelter Skadron Udara 12, Rabu (12/7).
Baca Juga : Gelar Pertemuan Bilateral, Wakil KSAU dan Delegasi RTAF Bahas Peningkatan Kerja Sama Pertahanan

Pendidikan transisi pada hakikatnya menjadi upaya untuk melahirkan generasi penerbang tempur sehingga pembinaan dan kaderisasi kebutuhan penerbang tempur dapat tercapai. Dari pendidikan inilah nantinya akan dilahirkan penerbang-penerbang yang mampu menjawab tantangan tugas di masa mendatang, sesuai perkembangan dan tuntutan tugas TNI Angkatan Udara.
Melansir keterangan Penerangan Lanud Rsn dalam akun instagram @lanud_roesmin_nurjadin disebutkan, pendidikan ini transisi telah dilalui oleh Letda Pnb Irfan Joko Prasetyo dan akan dijalani oleh Letda Pnb Juanda Siregar.
“Sebagai penjaga kedaulatan negara dan bangsa di udara, TNI AU membutuhkan para penerbang yang andal dan memiliki kemampuan serta keahlian yang mumpuni,” ungkap Danlanud Rsn.
Baca Juga : Bakti Sosial Hari Bakti TNI AU, Danlanud Ats: Kami Bantu Ketersediaan Darah di Wilayah Bogor
Untuk itu ia berpesan ahar pendidikan ini dijalani dengan sebaik-baiknya dengan penuh motivasi, dedikasi, disiplin dan semangat pengabdian yang tinggi.
“Terus kembangkan dan tempa kemampuan diri dengan cara belajar dan berlatih, serta ikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berubah semakin meningkat. Selain itu, selalu motivasi diri setiap saat serta tingkatkan semangat juang dan taqwa, agar ke depan senantiasa berhasil dalam pelaksanaan tugas,” pungkas Nurdin. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































