HANKAM

Danlanud Iswahjudi Terima Kunjungan Tim Survei Pengadaan Mirage 2000-5

Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Wastum
Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Wastum saat menerima kunjungan tim survei pengadaan Mirage 2000-5. (Foto: Dok. Instagram @lanud_iswahjudi)

Jakarta, IDM - Komandan Lanud (Danlanud) Iswahjudi, Marsma TNI Wastum menerima kunjungan tim survei dari PT Republik Aero Dirgantara di ruang audiensi Lanud Iswahjudi, Magetan beberapa waktu lalu.

"Kunjungan tim survei tersebut dilakukan dalam rangka melaksanakan diskusi teknis dan site survey delegasi Excalibur International untuk pengadaan MRCA/Mirage 2000-5," tulis Penerangan Lanud Iswahjudi dikutip dari keterangan foto dalam instagram @lanud_iswahjudi, Sabtu (8/7).

Rencananya, survei akan dilakukan selama 4 hari di Depo Pemeliharaan (Depohar) 20, Depohar 60 dan Depohar 80 Lanud Iswahjudi.

Baca Juga: Danlanud Atang Sendjaja Tutup Pendidikan Khusus bagi Juru Montir Udara TNI AU

Sebagai informasi, kekuatan tempur TNI Angkatan Udara (TNI AU) akan diperkokoh dengan hadirnya 12 pesawat Mirage 2000-5.

Pesawat tempur Mirage
Pesawat tempur Mirage. (Foto: Dok. Jet Photos)

Dalam beberapa kesempatan, Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto mengungkap sejumlah alasan mengapa Indonesia akhirnya membeli belasan pesawat tersebut dari Qatar.

Pertama, pembelian Mirage merupakan interim solution atas keberadaan pesawat-pesawat tempur TNI AU yang sudah sangat tua dan perlu refurbishment cukup besar.

Baca Juga: Bakamla RI-Malaysia Gelar Patroli Optima Malindo 30A 2023

Dengan kondisi geografis Indonesia yang begitu luas dan melihat periode waktu refurbishment serta pengiriman pesawat baru untuk TNI AU, menurut Prabowo Indonesia harus memiliki pesawat tempur yang siap beroperasional. “Kita harus beli pesawat-pesawat TNI AU yang bisa segera/secepatnya operasional,” tegasnya.

Adapun alasan kedua pembelian pesawat asal Qatar ini tidak terlepas dari efek deter (deterrence effect). “Kita punya deterrent yang lebih cepat dari 36 bulan dan alutsista ini (Mirage) relatif masih muda,” imbuh Prabowo.

“Jadi Mirage 2000-5 ini masih punya usia pakai ya kira-kira 15 tahun lagi, karena baru dipake kurang lebih 30% flying hours,” pungkasnya. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.