HANKAM

Danlanud Hanandjoeddin Ceritakan AWR Buding yang Kerap Jadi Lokasi Latihan Puncak TNI AU

Danlanud H.AS Hanandjoeddin Letkol Pnb Dian Bashari.
Danlanud H.AS Hanandjoeddin Letkol Pnb Dian Bashari. (IDM/Nurhidayat Nasution)

Belitung, IDM – Komandan Lanud H.AS Hanandjoeddin Letkol Pnb Dian Bashari menceritakan tentang Air Weapon Range (AWR) Buding yang kerap menjadi tempat latihan puncak TNI Angkatan Udara. Memiliki lahan seluas 747,4 hektare milik TNI AU, AWR Buding mampu mengakomodir 1.200 personil dalam sekali latihan.

“Di sini buat latihan puncaknya latihan udara, latihan puncaknya Koopsud 1, kemudian latihan puncaknya Pasgat di sini. Ini bekas-bekas yang buat latihan kemarin oleh Pasgat dan Jalak Sakti untuk penembakan. Kemudian pesawat tempur itu pengeboman yang hitam-hitam itu bekas targetnya,” ungkap Dian di sela-sela kunjungan Press Tour Media Dirgantara di Belitung, Rabu (7/2).

AWR Buding, lanjut Dian, menjadi salah satu lokasi latihan yang dipilih karena jarak yang dekat dengan beberapa pangkalan udara seperti Skadron 12 dan Skadron 16 Lanud Roesmin Nurjadin, Riau, Pekanbaru yang menjadi markas dari pesawat tempur F-16 dan Hawk 100/200.

Baca Juga: KSAD Ingin Bangun Sekolah untuk Anak-anak Putus Sekolah di Perbatasan Kalbar

“Karena jaraknya ke Jakarta dekat juga, Palembang dekat, Pangkal Pinang dekat, dan ke bandara juga dekat. Kemudian jarak yang dekat dengan beberapa pangkalan udara seperti F-16, Hawk 100/200.” katanya.

Selain itu, beberapa latihan juga pernah digelar di AWR Buding di antaranya, Fire Power Demo (latihan trimatra), Jalak Sakti, dan latihan puncak TNI Angkatan Udara Angkasa Yudha.

Dalam satu kali latihan, ia menambahkan, alutsista yang turut serta seperti CN-295, Hercules, Boeing, F-16, Hawk.

“Juga helikopter Caracal, Super Puma, dan Colibri,” ungkapnya.

Baca Juga: Tak Hanya di Indonesia TNI Juga Atasi Krisis Air Bersih di Afrika

Dian melanjutkan, diperlukan waktu satu bulan untuk persiapan sebelum latihan dimulai agar semua dapat berjalan dengan aman dan tidak menemukan kendala yang dapat merugikan banyak pihak.

“Dengan persiapan sebulan sebelum latihan. Kalau tahun kemarin penerjunan dari sana (menunjuk titik sebelah kanan dari tempat peninjauan), itu ada hercules dan CN. Kemudian pesawat tempurnya dari arah laut,” kata Dian.

Air Weapon Range sendiri merupakan daerah yang digunakan oleh angkatan udara untuk melakukan latihan-latihan tempur menggunakan amunisi hidup. Biasanya, AWR memiliki lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk agar aman saat melangsungkan latihan. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.