Danlantamal VIII Pantau Lahan Pembangunan Lanal Kwandang Gorontalo

Jakarta, IDM - Dalam kunjungan kerja ke Gorontalo, Sulawesi Utara, Danlantamal VIII Manado Lakssamana Pertama TNI Nouldy J Tangka, memantau lahan pembangunan Lanal Kwandang, Rabu (26/20).
Dikutip dari keterangan Pen Lantamal VIII, Kamis (27/10), Nouldy berkesempatan melihat dari dekat kondisi lahan dan mendapat penjelasan dari Dansatgas tentang batas-batas dan lokasi lahan pembangunan Lanal Kwandang.
Sebelum memantau lahan, Nouldy berkunjung ke kantor Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu, untuk membangun sinergitas sekaligus berkomunikasi terkait pembangunan Lanal Kwandan dan keberadaan Posal Anggrek di Gorontalo Utara.
Pada kesempatan tersebut, Nody juga mengunjungi prajurit Lantamal VIII yang bertugas di Posal Anggrek, Gorontalo Utara, sebagai bentuk perhatian sekaligus motivasi agar dalam pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar.
Baca: TNI AL Uji Akurasi Senjata M4 Modifikasi M16
Turut serta dalam kegiatan tersebut, Asrena Danlantamal VIII, Aspers Danlantamal VIII, Kakuwil Lantamal VIII, dan Danlanal Gorontalo. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































