Dankormar Ungkap Marinir Tunggu Pengadaan Tank Amfibi KAAV Produksi Korea

Jakarta, IDM – Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen (Mar) Endi Supardi, mengungkapkan pihaknya menunggu persetujuan pengadaan kendaraan tempur tank amfibi asal Korea Selatan, yaitu KAAV.
Hal tersebut diungkapkan dalam pemaparan tentang tank amfibi KAAV oleh delegasi Korea Selatan yang dipimpin Laksda Kim Tae-Hoon, dan turut dihadiri Asrena KSAL Laksda Achmad Wibisono, dan Komandan Pasmar 2 Brigjen (Mar) Nanang Saefulloh, di Nusa Dua, Bali, Sabtu (15/2).
Sampai saat ini, ratusan KAAV digunakan oleh Korps Marinir Korea. Tank amfibi KAAV pada dasarnya diambil dari AAV7A1 buatan Amerika Serikat, namun pabrikan Korea Selatan (Hanwha Defense) memproduksinya untuk kebutuhan Korps Marinir mereka.
Baca Juga: TNI Amankan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Halmahera Timur
Kecepatan yang dimiliki oleh tank amfibi KAAV adalah 72 km per jam di darat dan 13 km per jam di laut. Kendaraan lapis baja ini dirancang untuk dapat menahan serangan senjata ringan, pecahan peluru hingga granat kejut.
Pihak Hanwha Defense bahkan memperkuat tank amfibi KAAV sehingga juga mampu menahan serangan senjata nuklir, biologi, dan kimia (NBC).
Pada kesempatan tersebut, Endi menyampaikan spesifikasi tank amfibi KAAV sangat dibutuhkan oleh jajaran Korps Marinir.
Baca Juga: Dua Perwira Tinggi TNI Angkatan Udara Dimutasi dan Dirotasi
"Semoga dengan spesifikasi KAAV yang lebih baik dari LVT-7 yang saat ini telah dimiliki oleh Korps Marinir," ungkapnya, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jakarta, Senin (17/2).
Edi melanjutkan, saat ini Korps Marinir masih menunggu persetujuan pengadaan tank amfibi KAAV oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan).
"Diharapkan KAAV disetujui oleh Kementerian Pertahanan sebagai kendaraan lapis baja yang dapat memperkuat alutsista di jajaran Korps Marinir ke depan," harapnya. (at)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































