Dankormar Pimpin Rapat Latihan Operasi Darat Pasukan Marinir

Jakarta, IDM - Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto, menerima paparan Rencana Garis Besar (RGB) latihan operasi darat Pasmar 3 dan Brigade 4 Marinir di Jakarta, Selasa (29/11).
Widodo menyampaikan dengan diadakannya latihan operasi darat ini, kesiapan tempur prajurit Korps Marinir dari tingkat regu, kompi, peleton sampai perorangan harus lebih ditingkatkan.
"Baik itu dalam keterampilan dan kemampuan di darat dan dilaut, demi tercapainya prajurit Korps Marinir yang profesional," tuturnya dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Rabu (30/11).

Pada kesempatan tersebut, Danpasmar 3 Brigjen TNI (Mar) Y Rudi Sulistianto, dan Danbrigif 4 Marinir Kolonel (Mar) Bob Osianto Siregar, melalui video conference menjelaskan gambaran latihan operasi darat dan laut yang meliputi materi latihan aspek darat dan aspek laut, waktu dan tempat pelaksanaan latihan serta evakuasi medis.
Baca: TNI AL Temukan Jenazah Kopilot Helikopter Polri di Perairan Belitung
Turut hadir dalam acara tersebut Ir Kormar Brigjen TNI (Mar) Cecep Ruhiyat, Koorsahli Dankormar, dan para asisten serta Kadis Korps Marinir. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































