Dankormar Pimpin Paparan Rencana UNPD 10 Kemampuan Prajurit

Jakarta, IDM - Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto memimpin paparan rencana uji nilai perorangan dasar (UNPD) 10 kemampuan prajurit.
Kegiatan dilaksanakan secara virtual dan diikuti seluruh Komando Pelaksana jajaran Korps Marinir. Dalam sambutannya, Widodo mengatakan tujuan UNPD adalah untuk mengetahui kemampuan fisik selama melaksanakan pembinaan di satuan.
"Selain itu, untuk memastikan prajurit benar-benar menguasai 10 kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap prajurit Korps Marinir," kata Widodo dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (3/1).
Ia berharap, melalui latihan perorangan ini, semakin hari prajurit Marinir semakin meningkat kemampuannya. "Saya akan merealisasikan penilaian 10 kemampuan perorangan dasar ini dari sekarang," tegas Widodo.
Baca: Pangkoarmada III Siap Dukung Pembangunan Papua Barat Daya
UNPD 10 kemampuan prajurit meliputi renang militer 50 meter, renang laut 500 meter, menembak TTO, menembak TTD, menembak dasar, halang rintang, lari 3200 M, lari cross country, hanmars, dan bela diri. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































