Dankormar Ingin Marinir Tingkatkan Kemampuan Prajurit Menggunakan Drone Tempur

Jakarta, IDM - Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen (Mar) Endi Supardi menginginkan prajurit baret ungu memiliki kemampuan tambahan di bidang operasional drone tempur.
Hal itu dibahas bersama Asisten Komunimasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Laut (Askomlek KSAL) Laksamana Muda Tri Harsono dalam pertemuan di Markas Komando Korps Marinir, Jakarta, Kamis (19/6).
Endi mengungkapkan pentingnya pengembangan kemampuan operasional prajurit Korps Marinir di bidang peralatan komunikasi, senjata, dan elektronika, khususnya pengawak drone tempur dan surveilans yang dimiliki Marinir.
Baca Juga: Ratusan Prajurit Zeni TNI AD Dikirim ke Papua
"Drone-drone tersebut dapat membantu penugasan prajurit dalam operasi tempur dan operasi kemanusiaan yang semakin berkembang mengikuti perkembangan teknologi saat ini," ungkapnya, dalam keterangan Dispen Kormar, Jumat (20/6).
Bersamaan dengan kunjungan tersebut, dinas komunikasi dan elektronika TNI AL juga mengadakan pelatihan kepada para prajurit Marinir, yakni teknis dan operasional dalam mengawaki pesawat nirawak atau unmanned aerial vehicle (uav).
Perwira pembantu II sistem informasi, teknologi, dan komunikasi staf komunikasi dan elektronika TNI AL Kolonel Laut (E) Aab Abdul menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi dinamika operasi modern.
Baca Juga: Prajurit Marinir Belajar Taktik Pesawat Nirawak dalam Operasi Militer
"Latihan teknis dan operasional drone adalah bagian dari program strategis TNI AL dalam meningkatkan kapabilitas personel untuk membangun postur pertahanan maritim berbasis teknologi tinggi," kata Abdul saat memimpin latihan tersebut.
Selama latihan, para prajurit Marinir mempelajari materi penguasaan perangkat lunak pengendali drone, sistem navigasi berbasis GPS, hingga pemanfaatan taktik pesawat nirawak dalam operasi militer.
"Dengan pelatihan yang intensif dan realistis, prajurit Marinir dibekali kemampuan untuk menjadikan drone sebagai kekuatan ganda dalam operasi tempur modern," ujarnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































