HANKAM

Dankodiklatau Soroti Pentingnya Budaya Keselamatan dalam Pelaksanaan Tugas

Kodiklatau Marsdya TNI Arif Mustofa
Kodiklatau Marsdya TNI Arif Mustofa memimpin upacara penutupan Pendidikan SIP A-91 dan SIN A-14 di Lanud Adisutjipto. (Foto: Dok. Instagram @kodiklatau_info)

Jakarta, IDM – Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara (Dankodiklatau) Marsdya TNI Arif Mustofa menyoroti pentingnya membangun budaya keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Pesan tersebut disampaikan Dankodiklatau saat menutup Pendidikan Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) Angkatan ke-91 dan Sekolah Instruktur Navigator (SIN) Angkatan ke-14 di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Senin (1/9).

"Jangan biarkan potential incident berkembang dalam pelaksanaan tugas. Lakukan langkah-langkah preventif dengan penuh perhitungan dan cerdas dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan safety (keselamatan)," tegas Arif.

Baca Juga: Prajurit Satbravo 90 TNI AU Asah Kemampuan Patroli dan Pengintaian dalam SGS 2025

Ia menambahan, budaya keselamatan itu sejalan dengan komitmen TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk mewujudkan lingkungan kerja zero accident. Untuk itu, seluruh personel TNI AU diharapkan dapat bersama-sama membangun budaya keselamatan.

perwira
Dua perwira yang berhasil meraih predikat lulusan terbaik untuk Pendidikan SIP A-91 dan SIN A-14. (Foto: Dok. Instagram @kodiklatau_info)

Pada kesempatan yang sama, Marsdya TNI Arif Mustofa juga memberikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada seluruh perwira siswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan SIP A-91 dan SIN A-14 dengan baik.

Arif berharap, pengetahuan dan ilmu yang diperoleh selama masa pendidikan dapat menjadi bekal dalam penugasan di satuan masing-masing.

Baca Juga: Marinir Kuasai 5 Rumah Basis OPM di Aifat, Sita Senjata Rakitan hingga Perahu Ketinting

Penerangan Kodiklatau melalui unggahan di Instagram @kodiklatau_info, dikutip Selasa (2/9) menyebutkan, predikat lulusan terbaik SIP Angkatan ke-91 berhasil diraih oleh Kapten Pnb Marko Andersen dari Skadron Udara 14 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Sementara itu, Kapten Nav. Igi Purwana yang merupakan personel Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta berhasil meraih predikat lulusan terbaik SIN Angkatan ke-14. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.