Marinir Kuasai 5 Rumah Basis OPM di Aifat, Sita Senjata Rakitan hingga Perahu Ketinting

Jakarta, IDM – Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Mobile Batalyon Infanteri (Yonif) 10 Marinir/SBY Gobang IV melaksanakan operasi raid amfibi di wilayah Aifat Selatan, Maybrat, Senin (1/9/).
Operasi raid amfibi tersebut berhasil menguasai lima rumah kaki seribu yang selama ini dijadikan basis kelompok separatis OPM di Muara Oasin, Sungai Kamundan bawah.
Komandan Satgas Pamtas Mobile Yonif 10 Marinir/SBY Letkol (Mar) Aris Moko, mengungkapkan operasi digelar setelah diperoleh informasi akurat mengenai keberadaan tokoh OPM, yakni Manfret Fatem (Dan Ops Kodap IV Sorong Raya), Zeth Tamunete (Danyon Buaya Kodap IV Soraya), dan Silas Ky (Danyon Karif Hamid Kodap IV Soraya).
Baca Juga: Beredar Surat Pengaktifan Pam Swakarsa, Mabes TNI Beri Penjelasan
"Kelompok tersebut kerap menebarkan teror, mulai dari penyerangan pos rayon militer (posramil) Kisor dan pos Bosha, penyerangan pekerja di jalan Trans Bintuni, penghadangan aparat keamanan, hingga menyekat aktivitas masyarakat di Sungai Kamundan bawah," ungkapnya, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Selasa (10/9).

Dari penguasaan lima rumah basis OPM itu, prajurit Yonif 10 Marinir/SBY Gobang IV menyita sejumlah barang bukti berupa senjata rakitan, busur dan anak panah, senjata tajam, telepon genggam, bendera dan perlengkapan Bintang Kejora, solar cell, accu, serta perahu ketinting.
Aris menegaskan, operasi ini merupakan wujud ketegasan Marinir yang tergabung dalam Koops Habema untuk menindak kelompok separatis bersenjata.

Baca Juga: Prajurit Satbravo 90 TNI AU Asah Kemampuan Patroli dan Pengintaian dalam SGS 2025
“Tidak ada ruang bagi kelompok makar bersenjata di tanah Papua. Marinir akan terus mengejar, menekan, dan menghancurkan setiap ancaman yang mengganggu masyarakat dan mencoba merongrong kedaulatan NKRI,” tegasnya.
Ia menambahkan, prajurit Marinir akan terus melanjutkan operasi hingga tuntas demi menjaga keamanan dan kedaulatan negara.
“Kami pastikan masyarakat tetap merasa aman, dan setiap jengkal wilayah NKRI di Papua selalu terjaga,” pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































