Danbrigif 17 Pimpin Penerimaan Kepala Staf Brigif Baru

Jakarta, IDM – Komandan Brigif 17/SBB memimpin upacara korp raport penerimaan Kepala Staf Brigif (Kasbrigif) baru, Letkol Inf Kunto Adi Setiawan di Mako Brigif 17 Kostrad, Cijantung pada Sabtu (19/4).
Rangkaian upacara diawali dengan laporan oleh perwira tertua lalu dilanjutkan dengan penciuman Dhuaja Brigif 17 Kostrad sebagai simbol penghormatan dan kebanggaan terhadap satuan.
Baca Juga: Dukung Operasi Anti-kapal Selam, Puspenerbal Punya Helikopter Panther Terbaru
Penerimaan Kasbrigif ini menjadi momentum penting dalam kesinambungan kepemimpinan di tubuh Brigif 17 Kostrad, sekaligus memperkuat soliditas internal dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.
Danbrigif 17 dalam sambutannya menyampaikan harapan kepada Kasbrigif baru agar dapat melanjutkan serta meningkatkan kinerja para staf Brigif.
Baca Juga: Persiapan Pushidrosal untuk Gunakan Peta Elektonik Navigasi S-101 pada 2026
“Selamat datang di keluarga besar Brigif 17 Kostrad. Semoga kehadiran Kasbrigif yang baru membawa semangat baru dan kontribusi positif dalam mendukung tugas pokok satuan,” ujar Danbrigif dalam rilis yang diterima Rabu (23/4). (nhn)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































