HANKAM

Dalam Sepekan, Fregat Milik Italia dan Jepang Bersandar di Jakarta

Fregat kelas Bergamini
Fregat kelas Bergamini milik Angkatan Laut Italia, ITS Antonio Marceglia F597 sandar di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (13/5). (Foto: Dok. Dispen Lantamal III)

Jakarta, IDM – Sehari setelah kedatangan kapal perang JS Yahagi FFM-5 milik Jepang, Angkatan Laut Italia juga membawa fregat ITS Antonio Marceglia F597 dan bersandar di Tanjung Priok, Selasa (13/5).

Kunjungan fregat kelas Bergamini yang dipimpin oleh Commander Alberto Bartolomeo ini, disambut langsung oleh Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Wadanlantamal) III Jakarta Kolonel Laut (P) Ranu Samiaji.

Pada kesempatan tersebut, Ranu mengungkapkan delegasi Angkatan Laut Italia dari ITS Antonio Marceglia dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan kepada Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Erwin S. Aldedharma, di Markas Besar TNI AL (Mabesal), Cilangkap, Jakarta, pada hari ini.

Baca Juga: Jupiter Aerobatic Team Siap Unjuk Aksi di LIMA 2025 Malaysia

"Kunjungan persahabatan ini diharapkan dapat meningkatkan persaudaraan antar-angkatan laut negara sahabat, semangat Navy Brotherhood serta mempererat hubungan bilateral antara pemerintah Indonesia dengan Italia dalam berbagai bidang kerja sama," ungkapnya, dikutip dari keterangan Dispen Lantamal III, Rabu (14/5).

ITS Antonio Mareglia merupakan kapal platform kedelapan dari kelas Bergamini, dan yang terakhir dari empat fregat berkemampuan serba guna (general purpose) yang memiliki misi utama peperangan anti-permukaan dan anti-udara.

Fregat kelas Bergamini
(Foto: Dok. Dispen Lantamal III)

Kapal perang ini dilengkapi dengan meriam Leonardo 127/64 mm LW, yang mampu menembakkan amunisi berpemandu jarak jauh Vulcano, dan dudukan meriam Super Rapido 76/62 dalam konfigurasi Davide/Stales, yang mampu menembakkan amunisi berpemandu DART terhadap rudal anti-kapal dan ancaman asimetris.

Baca Juga: Panglima TNI Hadiri Upacara Pelepasan Jenazah Prajurit Korban Ledakan Munisi

Sehari sebelumnya, Angkatan Laut Jepang juga mengirimkan kapal perang JS Yahagi yang dipimpin Commander Tamua Masayoshi. Fregat kelas Mogami ini bersandar di Tanjung Priok, Senin (12/5), dan disambut oleh Asisten Intelijen (Asintel) Danlantamal III Jakarta Kolonel Laut (T) Saut Lagu Jendri T. Panjaitan.

"Sedangkan delegasi Angkatan Laut Jepang akan kunjungan kehormatan kepada Asisten Operasi Panglima Komando Armada (Asops Pangkoarmada) RI di Mako Koarmada RI, Jakarta Pusat," kata Ranu.

Baca Juga: Komandan Kapal Perang Jerman Berkunjung ke KRI Sultan Iskandar Muda-367

Fregat yang diresmikan sejak 23 Januari 2022 ini, memiliki sistem persenjataan lengkap dan modern, dengan dimensi panjang 133 meter, lebar 16,3 meter dan draft 9 meter serta mempunyai bobot 5.500 ton.

Kapal perang yang mampu membawa 90 awak ini dilengkapi kombinasi mesin turbin gas dan mesin diesel, dengan output poros 70.000 tenaga kuda dan kecepatan sekitar 30 knot. Selain itu, JS Yahagi memiliki kemampuan tempur anti-kapal selam, anti-pesawat, dan anti-permukaan di saat darurat hingga perang anti-ranjau. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.