Cope West 2025, TNI AU-USAF Uji Kemampuan Tempur hingga Perkuat Koordinasi Taktis

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Angkatan Udara Amerika Serikat (United States Air Force/USAF) resmi memulai latihan bersama (Latma) Cope West 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
Latma dibuka oleh Komandan Wing Udara 3, Kolonel Pnb Bambang Apriyanto bersama Current Operation Flight Commander dari 4th Operation Support Squadron, Mayor John Blonziski.
Baca Juga: Tangis Bahagia Serda Pandu Dwi Tama Buktikan Anak Petani Bisa Jadi Prajurit TNI AD
Pada penyelenggaraan tahun ini, berbagai skenario pertempuran udara dan operasi gabungan akan dipraktikkan guna menguji kemampuan tempur sekaligus memperkuat koordinasi taktis kedua angkatan udara. Dengan demikian, profesionalisme prajurit dan kesiapan satuan diharapkan dapat terus meningkat.

“Melalui latihan ini, kita bertujuan meningkatkan kemampuan operasional, saling belajar, serta membangun kepercayaan timbal balik yang krusial bagi keamanan di kawasan Indo-Pasifik,” ungkap Kolonel Pnb Bambang dikutip dari unggahan instagram @lanud_roesmin_nurjadin, Selasa (9/9).
Baca Juga: Yonif 318 Kostrad Sambut Komandan Batalyon Infanteri yang Baru
Ia juga berpesan agar seluruh peserta senantiasa mengutamakan disiplin, kerja sama, serta keselamatan sehingga latihan bersama ini dapat terlaksana dengan aman dan lancar.
Dari sisi hubungan bilateral, Cope West 2025 dipandang sebagai momentum strategis bagi Indonesia dan Amerika Serikat. Mayor John Blonzinski menekankan bahwa kedua negara memiliki sejarah perjuangan serupa dalam merebut kemerdekaan. “Hari ini, melalui Cope West 2025, kita kembali memperkuat ikatan tersebut,” tegas dia. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































