HANKAM

Cirebon Menjadi Kekuatan Nyata Angkatan Laut Pada Masa Kemerdekaan

Cirebon Menjadi Kekuatan Nyata Angkatan Laut Pada Masa Kemerdekaanv
Cirebon Menjadi Kekuatan Nyata Angkatan Laut Pada Masa Kemerdekaanv

Cirebon, IDM - “Dimasa kemerdekaan, kekuatan riil Angkatan Laut berada di Cirebon, dengan memiliki Armada yang kuat, gabungan personel Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) Jakarta dan Cirebon, didukung dengan adanya gudang tanker bahan bakar, tanker bahan makanan, dan amunisi senjata, sehingga kekuatan ALRI menjadi kekuatan yang luar biasa di Cirebon”.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Sub Dinas Penulisan Produksi Sejarah (Kasubdis Lisprodrah) Dinas Sejarah TNI Angkatan Laut (Disjarahal) Letkol Laut (KH) Drs. Heri Sutrisno dalam Dialog Sejarah yang mengangkat tema “Cirebon Sebagai Kota Perjuangan TNI AL Pada Masa Perang Kemerdekaan” di atas Geladak KRI Dewaruci yang sedang sandar di dermaga Cirebon, Selasa (02/03).

Dialog Sejarah dalam rangkaian kegiatan Syiar Samudera yang akan mengunjungi beberapa daerah di Pulau Jawa dengan menggunakan KRI Dewaruci ini menghadirkan narasumber Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut (Kadisjarahal) Laksma TNI Supardi, S.E., M.B.A., CHRMP dan Sejarahwan Cirebon Mustaqim Asteja dengan dipandu moderator Letkol Laut Baratiku.

Menurut Kadisjarahal Cirebon memiliki sejarah panjang, baik sebelum kemerdekaan maupun sesudah zaman kemerdekaan, bagaimana dulu para pahlawan berjuang mempertahankan kemerdekaan negara ini. Perjalanan Angkatan Laut di Cirebon turut mewarnai dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Senada dengan Kadisjarahal, Letkol Laut (KH) Drs. Heri Sutrisno menyampaikan bahwa Cirebon merupakan pintu gerbang maritim Indonesia. Dengan hasil keuntungan maritim di Cirebon dapat dibeli kapal perang untuk Angkatan Laut pada masa itu meski hanya memiliki tiga kapal saja. Pemuda-pemuda di Cirebon pun dengan penuh semangat membentuk organisasi sendiri untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sementara itu, Sejarahwan Cirebon Mustaqim Asteja mengakui bahwa Cirebon sudah lama dikenal sebagai bandar niaga. Para pejuang mempertahankan eksistensi keutuhan negara Indonesia dan sudah dibuktikan sejak zaman TKR Cirebon, BKR Cirebon dan seterusnya, dimana peran Cirebon sudah dibuktikan ketika awal penjajahan datang.

Dimasa kemerdekaan Cirebon muncul sebagai pembela proklamasi. Ketika Indonesia baru saja merdeka semua masih bersatu, karena momentum 17 Agustus menjadi momentum kebersamaan dan tidak mementingkan golongan, muncul rong-rongan dari dalam negeri seperti PKI Laskar merah. Dengan bersatunya pemuda Pemuda Cirebon Laskar Merah PKI dapat dihancurkan.

Kegiatan Dialog yang dilaksanakan sepanjang pelayaran Syiar Samudera ini sejalan dengan harapan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., agar keberadaan prajurit TNI AL dimanapun dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat sekelilingnya. (rgp/wan)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.