Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
Gelombang laut dan gemuruh mesin kapal perang biasanya menjadi medan laga utama para pelaut. Namun, lembaran sejarah revolusi Indonesia mencatat kisah unik ketika para penjaga samudra justru menjejakkan kaki di puncak pegunungan dan lebatnya hutan demi mempertahankan kedaulatan republik.
Dinas Sejarah TNI AL telah mengirim sebuah tim riset sejarah yang menggali data tentang tenggelamnya RI Hang Tuah, kapal jenis Corvette milik Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) yang terbilang canggih pada saat itu. Kapal perang tersebut tenggelam akibat duel dengan pesawat Pembom B-26 Aurev. Saya menuturkan dalam tulisan ini, termasuk fakta terbaru terkait siapa sebenarnya pilot yang menerbangkan Bomber tersebut, apa sebenarnya yang menjadi sasaran utamanya, benarkan cerobong kapal yang pernah tampak di perairan alur pelabuhan Semayang adalah milik RI Hang Tuah, dimanakah sebenarnya lokasi tenggelamnya RI Hang Tuah?
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali melaksanakan tur fasilitas di Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Sabtu (20/9).
Sebanyak 46 prajurit dari berbagai satuan TNI AL menyelami bangkai kapal perang atau shipwreck eks Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI), yaitu RI Gadjah Mada, di Teluk Cirebon, Senin (20/1).
Sejak Perang Dunia II hingga sekarang, kapal selam menjadi satu satunya senjata bawah air yang mematikan dan paling sulit di deteksi. Persenjataan itu dijuluki ‘The Silent Killer’.
Hari Dharma Samudera diperingati untuk mengenang peristiwa bersejarah pada 15 Januari 1962. Kala itu, terjadi peristiwa pertempuran heroik Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) dengan Belanda, yakni pertempuran Laut Aru Perairan Maluku.
Dinas Sejarah TNI AL (Disjarahal) berencana mengembangkan shipwreck museum, pascaberkunjung dan melakukan objek riset di Mary Rose Museum, Porstmouth, Inggris, Selasa (27/6).
Cirebon, IDM - “Dimasa kemerdekaan, kekuatan riil Angkatan Laut berada di Cirebon, dengan memiliki Armada yang kuat, gabungan personel Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) Jakarta dan Cirebon, didukung dengan adanya gudang tanker bahan bakar, tanker bahan makanan, dan amunisi senjata,…
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.
Gelombang laut dan gemuruh mesin kapal perang biasanya menjadi medan laga utama para pelaut. Namun, lembaran sejarah revolusi Indonesia mencatat kisah unik ketika para penjaga samudra justru menjejakkan kaki di puncak pegunungan dan lebatnya hutan demi mempertahankan kedaulatan republik.
Dinas Sejarah TNI AL telah mengirim sebuah tim riset sejarah yang menggali data tentang tenggelamnya RI Hang Tuah, kapal jenis Corvette milik Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) yang terbilang canggih pada saat itu. Kapal perang tersebut tenggelam akibat duel dengan pesawat Pembom B-26 Aurev. Saya menuturkan dalam tulisan ini, termasuk fakta terbaru terkait siapa sebenarnya pilot yang menerbangkan Bomber tersebut, apa sebenarnya yang menjadi sasaran utamanya, benarkan cerobong kapal yang pernah tampak di perairan alur pelabuhan Semayang adalah milik RI Hang Tuah, dimanakah sebenarnya lokasi tenggelamnya RI Hang Tuah?
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali melaksanakan tur fasilitas di Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Sabtu (20/9).
Sebanyak 46 prajurit dari berbagai satuan TNI AL menyelami bangkai kapal perang atau shipwreck eks Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI), yaitu RI Gadjah Mada, di Teluk Cirebon, Senin (20/1).
Sejak Perang Dunia II hingga sekarang, kapal selam menjadi satu satunya senjata bawah air yang mematikan dan paling sulit di deteksi. Persenjataan itu dijuluki ‘The Silent Killer’.
Hari Dharma Samudera diperingati untuk mengenang peristiwa bersejarah pada 15 Januari 1962. Kala itu, terjadi peristiwa pertempuran heroik Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) dengan Belanda, yakni pertempuran Laut Aru Perairan Maluku.
Dinas Sejarah TNI AL (Disjarahal) berencana mengembangkan shipwreck museum, pascaberkunjung dan melakukan objek riset di Mary Rose Museum, Porstmouth, Inggris, Selasa (27/6).
Cirebon, IDM - “Dimasa kemerdekaan, kekuatan riil Angkatan Laut berada di Cirebon, dengan memiliki Armada yang kuat, gabungan personel Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) Jakarta dan Cirebon, didukung dengan adanya gudang tanker bahan bakar, tanker bahan makanan, dan amunisi senjata,…