Cerita Prajurit Kostrad Ciptakan Manunggal Air di Kampung Amaesiga

Jakarta, IDM - Sudah dua minggu para prajurit Satgas Yonif Para Raider 305 Kostrad bekerja keras demi warga Kampung Amaesiga, Papua. Mereka melaksanakan program penyediaan air bersih, pipanisasi dan pemanfaatan pompa hydram serta penerangan kampung.
Dansatgas Yonif Para Raider 305/17/1 Kostrad Letkol Inf Ardiansyah dalam keterangan tertulisnya, Rabu, (9/11) mengatakan kegiatan ini dipimpin oleh Lettu Inf Imam Sembiring bersama prajuritnya dari Pos Mamba.

"Mereka (para prajurit Kostrad) juga membuatkan kamar mandi umum lengkap dengan toiletnya, demi menjadikan Amaesiga sebagai kampung sehat, sekaligus kampung percontohan di Intan Jaya," kata Ardiansyah.
Lanjutnya upaya yang dilakukan Satgas Kostrad ini tentunya sejalan dengan program TNI-AD Manunggal Air yang sedang digalakkan di seluruh pelosok negeri.
Baca: Hadapi Tugas di Papua, Prajurit Kodam XVIII/Kasuari Terima Bantuan 65 Kendaraan Dinas TNI AD
Kami ingin membuktikan bahwa kehadiran kami di tengah-tengah masyarakat benar-benar berdampak, sesuai poin ke-8 dari Delapan Wajib TNI. Menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya," ujar Ardiansyah. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































