TEKNOLOGI

Cek Kecanggihan C-130J-30 Super Hercules, Kekuatan Angkut Militer Terbaru Milik TNI AU

Super Hercules
Pesawat C-130J-30 Super Hercules TNI AU. (Foto: Dok. Lockheed Martin)

Jakarta, IDM - Kekuatan angkut militer TNI Angkatan Udara (TNI AU) akan akan semakin kokoh dengan hadirnya alutsista terbaru, pesawat C-130J-30 Super Hercules. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo telah mengonfirmasi jika unit pertama pesawat ini akan hadir pada 6 Maret 2023.

C-130J-30 TNI AU merupakan versi terbaru dari varian sebelumnya, seperti C-130, C130H, C-130E, dan C-130J. Pesawat ini menawarkan keunggulan dan peningkatkan pada sejumlah hal, di antaranya kapasitas kargo, kecepatan, jangkauan, tenaga, kinerja, dan biaya operasi yang lebih rendah.

Untuk itu C-130J-30 diklaim dapat mendukung tuntutan tugas TNI AU yang selalu berkembang, serta meningkatkan peluang latihan dengan sesama angkatan udara negara mitra yang juga mengoperasikan Super Hercules.

Super Hercules
Nomor registrasi C-130J-30 Super Hercules TNI AU. (Foto: Dok. Lockheed Martin)

Dalam Instagram resminya @militer.udara, TNI AU mengungkapkan pesawat ini berfungsi dalam operasi bantuan militer, sipil, serta kemanusiaan dengan dengan Advanced Medium STOL Transport.

Mengutip keterangan Lockheed Martin, C-130J-30 memiliki panjang 34,37 meter dengan tinggi 11,84 meter dan lebar sayap 40,41meter. Dengan dimensi yang lebih besar, pesawat ini mampu membawa beban maksimal hingga mencapai 20 ton.

Selain itu dengan dilengkapi empat mesin turboprop Rolls-Royce AE 2100D3 membuat pesawat ini memiliki daya sebesar 4.700 hp yang mampu melesat pada ketinggian 6.706 m dengan kecepatan maksimum hingga 410 mph atau 660 km/jam.

Jangkauan operasinya pun dapat mencapai 1.965 mil dengan muatan normal 16 ton.

Super Hercules
Pesawat C-130J-30 Super Hercules TNI AU. (Foto: Dok. Lockheed Martin)

Ruang di dalam pesawat ini dapat mengangkut 92 pasukan terjung payung, 128 pasukan tempur, 8 palet atau 97 tandu, serta 24 kontainer pengiriman.

Menilik sejarahnya, Indonesia diketahui telah mengoperasikan pesawat jenis C-130 sejak tahun 1960-an. Dengan armada Hercules yang dimiliki, TNI AU memiliki rekam jejak dalam sejumlah misi, seperti misi kemanusiaan, bantuan bencana, serta operasi militer yang bertujuan untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan.

Baca: Kecerdasan Buatan Sukses Terbangkan Jet tempur F-16 AS

Untuk series terbaru ini, Indonesia diketahui memesan sebanyak lima unit C-130J-30 Super Hercules, di mana mekanisme kedatangannya akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun 2023 hingga Januari 2024.

Nantinya, pesawat angkut terbaru ini akan dioperasikan oleh Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.