HANKAM

Cegah Insiden di Laut, Kru KRI Wahidin Digembleng Pakai Simulator Canggih

teknologi simulator
Sejumlah personel KRI Wahidin Sudirohusodo-991 fokus mengoperasikan konsol simulator Naval Positioning Maneuvering System (NPMS) di Kolat Koarmada III, Sorong, Jumat (20/2). Latihan ini digelar untuk mempertajam insting navigasi dan presisi manuver kapal tanpa harus melaut. (Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

Jakarta, IDM – Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada III tidak membiarkan waktu sandar terbuang percuma. Mereka menggembleng personel KRI Wahidin Sudirohusodo-991 menggunakan teknologi simulator canggih demi mencegah potensi kecelakaan di laut.

Para perwira dan bintara yang bertugas di anjungan kapal rumah sakit ini menjajal simulator sistem penentuan posisi dan manuver angkatan laut atau Naval Positioning Maneuvering System (NPMS). Mereka berlatih intensif di Komando Latihan (Kolat) Koarmada III, Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (20/2).

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada III Kolonel Laut (P) Slamet Ariyadi, menjelaskan latihan ini bertujuan mengasah insting dan kemampuan teknis prajurit dalam hal navigasi serta olah gerak kapal.

Baca Juga: Di Depan 14 Negara, TNI AL Bongkar Ancaman Nyata di Samudera Hindia

"Melalui simulator ini, kami melatih personel agar memahami sistem penentuan posisi dan manuver kapal secara presisi dalam berbagai kondisi perairan," ujar Slamet, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III, Senin (23/2).

Dalam pelatihan tersebut, instruktur memberikan berbagai skenario menantang yang menyerupai kondisi asli. Kru kapal harus menghadapi simulasi sandar dan lepas sandar, melintasi alur pelayaran sempit, hingga mengendalikan kapal saat situasi darurat.

Slamet menegaskan, latihan ini sangat krusial untuk melatih saraf motorik dan pengambilan keputusan cepat.

Baca Juga: Gotong Royong Pascabencana, TNI dan Warga Pulihkan Tempat Ibadah dan Sekolah di Tapanuli-Aceh

"Latihan ini menuntut kemampuan analisis situasi, koordinasi tim, serta ketepatan pengambilan keputusan dari para pengawak," tambahnya.

Kegiatan latihan ini menjalankan perintah langsung Panglima Koarmada III Laksamana Muda Dato Rusman SN yang memerintahkan seluruh prajurit Koarmada III senantiasa meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan operasional.

Dato Rusman juga menekankan pemanfaatan fasilitas di Komando Latihan Koarmada III. Ia ingin unsur KRI yang sedang sandar, mampu mengoptimalkan waktu tersebut untuk mendongkrak kompetensi personel sebelum mereka kembali bertugas menjaga perairan timur Indonesia. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.