Cara TNI AL Perkuat Pertahanan: Berdayakan Potensi Maritim dan Pangan

Jakarta, IDM – TNI AL terus mematangkan strategi pertahanan negara, tidak hanya melalui kekuatan senjata, tetapi juga lewat pemberdayaan masyarakat. Salah satu langkah konkretnya, kini memperkuat pembinaan teritorial dengan menggandeng sektor pangan.
Melalui Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral), TNI AL menggelar rapat kerja teknis teritorial 2026 di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Kamis (12/3) untuk menyamakan langkah seluruh jajaran dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia.
Komandan Pusteral Laksma Albertus Agung Priyo S menegaskan, kegiatan ini merupakan forum strategis untuk mengimplementasikan tugas teritorial laut. TNI AL ingin memastikan kebijakan pimpinan berjalan efektif hingga ke satuan bawah.
Baca Juga: TNI AD: Siaga 1 Bukan karena Konflik Timur Tengah
"Rapat kerja teknis teritorial ini menjadi instrumen untuk menyamakan persepsi, pemahaman, serta langkah-langkah implementasi tugas teritorial TNI AL dalam rangka pemberdayaan wilayah pertahanan laut," ujar Albertus, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (13/3).
Uniknya, TNI AL tidak bergerak sendiri. Mereka menggandeng Kementerian Pertanian (Kementan) hingga Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo). Kolaborasi ini menyasar pengembangan ketahanan pangan berbasis masyarakat di wilayah pesisir binaan TNI AL.
Albertus menyebut Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali meminta seluruh jajaran TNI AL terus meningkatkan sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Baca Juga: KSAL Bekali 189 Perwira Remaja TNI AL: Jaga Kedaulatan Perairan RI
"KSAL menekankan agar jajaran melaksanakan langkah-langkah inovatif dan kreatif dalam mendukung program pemerintah, termasuk ketahanan pangan, energi, serta pemberdayaan potensi maritim nasional," terangnya.
Selain urusan pangan, rapat kerja teknis teritorial ini membahas evaluasi program pembinaan potensi maritim, komunikasi sosial, hingga bakti TNI AL. Penguatan sistem informasi data potensi maritim juga menjadi fokus utama agar pertahanan maritim Indonesia semakin tangguh dan terintegrasi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































