HANKAM

Bukan Cuma TNI AL, Misi KRI ke 4 Negara Pasifik Boyong AD hingga Polri

Menko Polkam Djamari Chaniago
Menko Polkam Djamari Chaniago (tengah) berdiri bersama Panglima Koarmada III Laksda TNI Dato Rusman (kanan) dan Komandan Satgas Port Visit 2026 Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto (kiri), usai memimpin pelepasan KRI Wahidin Sudirohusodo-991 menuju Pasifik Selatan, Senin (14/9). (IDM/Aini Tartinia)

Jakarta, IDM – Pemerintah melepas keberangkatan Satgas Port Visit 2026 menuju empat negara di kawasan Pasifik Selatan. Pelayaran kapal (KRI) ini mencetak sejarah baru karena untuk pertama kalinya mengangkut personel gabungan lintas instansi dalam jumlah besar.

Satgas ini memboyong total 318 personel gabungan. Komposisinya mencakup 247 prajurit TNI AL; 21 prajurit TNI AD; 15 prajurit TNI AU; serta 4 anggota Polri. Selain unsur militer dan kepolisian, rombongan juga mengikutsertakan 31 personel dari Kemenko Polkam; Kemenhan; Kemenkes; Kemendikti; dosen; relawan pendeta; jurnalis, hingga mahasiswa dari Papua, Unhan, Untag, dan UPN.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago melepas langsung rombongan satgas gabungan ini di Jakarta. Ia menegaskan keterlibatan unsur lintas instansi ini memperkuat dua agenda utama pelayaran, yakni aksi kemanusiaan dan diplomasi pertahanan.

Baca Juga: 30 Hari Disandera OPM, Wanita Ini Berhasil Dievakuasi oleh Satgas Operasi Damai Cartenz

"Untuk pertama kalinya pada keberangkatan ini, kita tidak hanya memberangkatkan TNI Angkatan Laut, tetapi bergabung juga di situ TNI Angkatan Darat, Kepolisian, serta rekan-rekan mahasiswa dan relawan sekalian," ujar Djamari di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (14/9).

Djamari memaparkan para personel akan berlayar selama 60 hari. Rinciannya mencakup 39 hari navigasi di lautan lepas serta 21 hari bersandar di pelabuhan negara tujuan.

Menko Polkam Djamari Chaniago
Menko Polkam Djamari Chaniago memberikan arahan kepada personel Satgas Port Visit 2026 di atas KRI Wahidin Sudirohusodo-991. (IDM/Aini Tartinia)

Ia mematok empat pesan krusial untuk seluruh anggota satgas, yakni menjaga kondisi fisik, mematuhi tata krama dan prosedur tata tertib di atas KRI, menampilkan identitas budaya bangsa, serta menjaga keselamatan diri hingga jadwal kepulangan pada 12 November 2026.

Sesuai rute pelayaran, kapal perang ini bertolak dari Jakarta menuju Sorong sebelum melayari perairan Pasifik Selatan untuk mengunjungi Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini.

Baca Juga: Tampil Perkasa, Prajurit Yonif 411/Pandawa Juarai Pencak Silat Piala Panglima

Di setiap lokasi singgah, Satgas Port Visit 2026 akan menggelar pengobatan gratis, menyerahkan bantuan obat-obatan serta penerangan lampu hemat energi solar sel (solardrive), hingga mendistribusikan perlengkapan sekolah. Tim gabungan juga menampilkan pertunjukan seni budaya, salah satunya kesenian tradisional Reog Ponorogo.

Tak hanya menyasar negara tetangga, kapal perang ini juga mendatangi wilayah dalam negeri di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, saat rute pelayaran pulang. Prajurit dan relawan menggelar aksi bakti sosial serta pelayanan kesehatan serupa untuk membantu masyarakat pesisir di sebelah barat Merauke tersebut sebelum kembali ke pangkalan.

Misi kunjungan pelabuhan (port visit) TNI AL ke kawasan Pasifik Selatan ini pertama kali bergulir sejak akhir 2024 menggunakan kapal rumah sakit KRI Wahidin Sudirohusodo-991. Misi diplomasi maritim ini berlanjut menjadi agenda rutin tahunan untuk mempererat persaudaraan dan stabilitas kawasan antara Indonesia dengan negara-negara tetangga di Samudra Pasifik.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.