HANKAM

Bukan Cuma Teluk Jakarta, Pushidrosal Bakal Uji Peta Laut S-100 di Perairan Ekstrem

Perwira Pushidrosal
Perwira Pushidrosal menjelaskan tampilan peta laut digital generasi baru seri S-100 kepada pakar hidro-oseanografi asing di atas KRI Spica usai pengujian di Teluk Jakarta, Kamis (17/9). (Foto: Dok. Dispen Pushidrosal)

Jakarta, IDM – Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) bakal membawa peta laut digital terbaru, peta navigasi elektronik (Electronic Navigational Chart/ENC) Seri S-100, ke perairan berarus deras dan ekstrem. Pengujian ini jadi tahap lanjutan setelah Pushidrosal merampungkan uji coba awal (sea trial) di Teluk Jakarta, Kamis (17/9).

Tes di perairan ekstrem ini bertujuan melihat ketahanan peta digital saat menghadapi gelombang serta kondisi laut yang rumit. Data pemetaan yang rinci ini jadi kunci utama untuk menjaga keselamatan pelayaran kapal perang TNI AL maupun kapal niaga saat melintasi jalur laut yang berbahaya.

Komandan Pushidrosal Laksdya TNI Budi Purwanto menyebut pengujian tahap berikutnya sengaja memilih lokasi dengan karakter arus dan pasang surut yang lebih ganas. Evaluasi di medan berat ini penting untuk memastikan sistem bekerja tanpa kendala sebelum standar baru ini resmi dipakai secara global.

Baca Juga: Puncak HUT ke-81 TNI, Terjunkan 51 Ribu Personel dan Pamerkan 900 Alutsista

"Pengujian pada tahap selanjutnya akan diperluas ke wilayah dengan karakteristik pasang surut dan arus yang lebih ekstrem. Hal tersebut dilakukan untuk mengkaji lebih lanjut efisiensi, ketahanan, serta kemampuan sistem S-100," kata Budi, dikutip dari keterangan Dispen Pushidrosal, Sabtu (19/9).

Sistem S-100 sendiri menggabungkan empat modul pemetaan utama sekaligus. Keempatnya mencakup peta dasar S-101, pemetaan kedalaman laut (S-102 Batimetri), pantauan pasang surut (S-104), hingga arah arus permukaan (S-111).

Sebelum membidik lokasi ekstrem, Pushidrosal lebih dulu menguji keandalan empat modul tersebut di Teluk Jakarta. Uji coba perdana itu turut melibatkan ahli hidro-oseanografi dunia, seperti Kantor Hidrografi Inggris (UK Hydrographic Office/UKHO) serta dua perusahaan teknologi maritim Kanada, OSI dan Teledyne CARIS.

Baca Juga: Siap-siap Standar Dunia 2029, Pushidrosal Uji Peta Laut Digital Baru di Teluk Jakarta

Rangkaian tes di berbagai karakter perairan ini dilakukan untuk menyambut standar pemetaan laut internasional dari Organisasi Hidrografi Internasional (International Hydrographic Organization/IHO) yang mulai berlaku pada 2029 mendatang.

"Melalui rangkaian pengujian tersebut, Pushidrosal terus memperkuat kesiapan teknologi, sumber daya, dan sistem dalam mendukung transformasi digital hidro-oseanografi serta penyediaan informasi kelautan dan navigasi yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan operasional," ujar Budi.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.