Bukan Cuma Buat Perang, Ini Fungsi Operasi Antiakses TNI AL di Bangka Belitung

Jakarta, IDM – TNI AL tengah mengubah perairan Bangka Belitung menjadi benteng laut yang tak tertembus. Melalui doktrin antiakses, TNI AL tidak hanya bersiap menghadapi kekuatan militer lawan, tetapi juga menutup rapat celah bagi para penyelundup kekayaan alam Indonesia.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda Yayan Sofiyan menegaskan, operasi antiakses ini merupakan implementasi nyata perintah Presiden Prabowo Subianto. TNI AL mengintegrasikan latihan tempur tingkat tinggi dengan penegakan hukum di wilayah strategis tersebut.
"Operasi antiakses ini seharusnya untuk mengantisipasi jalur logistik musuh. Namun dalam situasi damai, kami gunakan untuk memutus akses kegiatan ilegal yang menyelundupkan material strategis keluar negeri," ujar Yayan di dermaga Kolinlamil, Jakarta, Minggu (15/3).
Baca Juga: Menuju Indonesia! Kapal Survei Terbaru TNI AL KRI Canopus-936 Berlayar dari Jerman
Sikat Penyelundup Timah dan Bahan Nuklir
Operasi ini terbukti mematikan bagi para pelaku illegal mining. Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, TNI AL mengerahkan sedikitnya 28 KRI untuk melakukan penyekatan di perairan Bangka Belitung. Hasilnya, petugas mengamankan 448 ton timah dengan nilai mencapai Rp146 miliar.
Tak hanya timah, satuan tugas TNI AL juga berhasil membongkar upaya penyelundupan "harta karun" bernilai tinggi lainnya. Dalam operasi gabungan, TNI AL menyita 10.762 ton Logam Tanah Jarang (LTJ), termasuk Monazite, mineral strategis yang mengandung Thorium sebagai bahan baku energi nuklir masa depan.
Pamer Kekuatan Alutsista Modern
TNI AL memagari kekayaan alam Bangka Belitung dengan kekuatan penuh. Dalam latihan sebelumnya, sembilan kapal perang utama, termasuk fregat canggih KRI RE Martadinata-331 dan kapal penyapu ranjau KRI Pulau Fani-731, melakukan manuver tempur di lokasi.
TNI AL bahkan menguji teknologi militer terbaru, mulai dari pesawat patroli maritim CN-235 MPA hingga drone kamikaze. Di darat, Korps Marinir menghujani sasaran dengan roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) sebagai bagian dari simulasi pertahanan pantai.
Baca Juga: Pertama Kali! Mudik Gratis Jakarta-Babel Pakai Kapal Perang, Ribuan Kuota Ludes dalam 2 Hari
Jaga Jalur Logistik Internasional
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menilai Bangka Belitung memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Selain kaya sumber daya alam, wilayah ini merupakan jalur pelayaran internasional yang rawan gangguan stabilitas.
"Bangka Belitung memiliki sumber daya yang sangat kaya. Sayang sekali kalau diselundupkan dan justru menguntungkan negara lain," tegas Ali dalam sebuah kesempatan di Bangka Belitung, pada Februari lalu.
Melalui sinergi antara kesiapan tempur dan operasi keamanan laut, TNI AL memastikan kedaulatan maritim Indonesia tetap terjaga. Kehadiran kapal perang di Bangka Belitung kini memiliki dua wajah, sebagai pelayan masyarakat lewat program mudik gratis, sekaligus penjaga tegas yang menghalau segala bentuk pencurian kekayaan negara. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































