Buka Latposko I Antar Kecabangan Brigade, Dankodiklat TNI AD: Tingkatkan Kemampuan Analisis

Jakarta, IDM – Para siswa pendidikan lanjutan perwira (Diklapa) penting untuk menguasai proses pengambilan keputusan militer (PPKM) serta memiliki kemampuan kritis dan adaptif dalam menghadapi tantangan peperangan modern yang terus berkembang.
Pesan tersebut disampaikan Komandan Kodiklatad, Letjen TNI Mohamad Hasan, saat membuka latihan posko (Latposko) I Sekolah Antar Kecabangan Tingkat Brigade untuk para siswa Diklapa di Gedung Grha Yuddha Wastu Pramukha Pussenif, Senin (8/6).
Baca Juga: TNI Persiapkan 175 Prajurit Tiga Matra untuk Misi Perdamaian di Kongo
“Saya berharap, latihan posko ini dapat meningkatkan kemampuan analisis, perencanaan, dan pengambilan keputusan para peserta sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas di satuan nantinya,” kata Hasan.
Latihan dengan tema “Satgaspur 20/IJK Melaksanakan Operasi Lawan Insurjensi di Wilayah Lanny Jaya Kompleks dalam rangka Operasi Penindakan Koops TNI” digelar dengan tujuan melatih kemampuan perwira siswa dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan militer TNI AD tingkat brigade secara efisien.
Baca Juga: KRI Bima Suci Berlayar ke Rusia, sampai Vladivostok pada 10 Juni
Melalui Latposko I ini, para perwira siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan lapangan serta memiliki pemahaman yang komprehensif dalam merencanakan dan mengendalikan operasi militer pada tingkat brigade untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas TNI AD di masa mendatang.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































