Para siswa pendidikan lanjutan perwira (Diklapa) penting untuk menguasai proses pengambilan keputusan militer (PPKM) serta memiliki kemampuan kritis dan adaptif dalam menghadapi tantangan peperangan modern yang terus berkembang.
TNI AL mematangkan taktik sea denial atau penolakan penggunaan laut oleh lawan untuk mengantisipasi ancaman perang berlarut di wilayah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Strategi ini digarap agar pertahanan maritim tetap adaptif di tengah persaingan geopolitik global yang kian sulit diprediksi.
Hari Kamis, (14/8) kemarin, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan pembekalan kepada 176 calon Komandan Satuan (Dansat) Golongan V berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) dan 133 siswa Pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa) Gelombang II di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI AD, Bandung, Jawa Barat.
Sebanyak 163 siswa terdiri atas 156 siswa dari TNI AD, 1 siswa dari TNI AL, 2 siswa dari TNI AU, dan 4 siswa dari mancanegara, yaitu 1 siswa dari Pakistan, 2 siswa dari Thailand, dan 1 siswa dari Korea Selatan lulus pendidikan Lanjutan Perwira (Diklapa) Kecabangan Infanteri TA 2025.
Sebanyak 4 orang perwira mancanegara yaitu 2 orang dari negara Thailand, 1 orang dari Filipina dan 1 orang dari Turki mengikuti pendidikan lanjutkan perwira (Diklapa) kecabangan Kavaleri tahun ajaran 2024 di Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav) Kabupaten Bandung Barat.